Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - PACITAN Semangat Hari Kartini selalu hadir dalam ruang yang berbeda, mengikuti perkembangan zaman. Dalam konteks ekonomi, semangat itu hadir lewat digitalisasi. Di Pacitan, Jawa Timur, para pelaku usaha mikro yang dipimpin perempuan mulai memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Bagi banyak perempuan di daerah ini, usaha rumahan yang awalnya dijalankan secara sederhana kini perlahan bertransformasi. Tidak lagi hanya mengandalkan penjualan dari lingkungan sekitar, tapi mereka mulai menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital, membuka peluang baru yang sebelumnya sulit diakses.
Perjalanan ini dirasakan oleh Yuli Supadama (37), pelaku UMKM kerajinan asal Pacitan. Ia memulai usahanya dari rumah dengan tujuan sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Namun seiring waktu, perubahan mulai terjadi ketika ia mengenal kanal digital sebagai sarana pemasaran.
“Awalnya saya jualan cuma untuk tambah-tambahan,” ujar Yuli. Kini, produknya tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mulai menjangkau pelanggan dari luar daerah. Aktivitas produksi pun menjadi lebih terarah, mengikuti permintaan yang datang secara lebih konsisten.
Transformasi ini tidak terjadi secara instan. Proses adaptasi terhadap teknologi menjadi bagian penting dalam perjalanan para pelaku usaha ini. Dari memahami cara berjualan secara online, mengelola pesanan, hingga melakukan pencatatan keuangan secara digital, semuanya menjadi keterampilan baru yang terus dipelajari.
Untuk mendukung proses tersebut, berbagai pelatihan mulai diperkenalkan kepada pelaku usaha. Salah satunya, melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kementerian UMKM bersama mitra seperti ShopeePay dan SeaBank, mereka dibekali pemahaman mengenai pengelolaan usaha dan keuangan berbasis digital. Mulai dari pencatatan transaksi hingga pemanfaatan layanan keuangan digital, seluruhnya diarahkan untuk memperkuat fondasi usaha.
Lewat pelatihan tersebut, para perempuan ini tetap menjalankan peran domestik mereka. Aktivitas produksi, pengelolaan usaha, dan tanggung jawab rumah tangga berjalan beriringan dalam keseharian. Namun justru dari ruang inilah, muncul bentuk baru dari kemandirian perempuan yang relevan dengan zaman.
Fenomena ini juga terlihat pada banyak pelaku UMKM perempuan lainnya di Pacitan. Digitalisasi tidak selalu membuat usaha berkembang secara cepat, tetapi mampu membuka akses pasar yang lebih luas serta menciptakan alur pendapatan yang lebih stabil.
Proses ini juga membawa dampak sosial dalam keluarga. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan tersebut menyaksikan pemanfaatan teknologi untuk membangun usaha dari rumah. Hal tersebut membuktikan, semangat Hari Kartini menunjukkan kemampuan perempuan untuk menembus peluang baru yang kini hadir di era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













