kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Semester I 2012, ekspor kopi bubuk melejit 150%


Senin, 06 Agustus 2012 / 13:30 WIB
Semester I 2012, ekspor kopi bubuk melejit 150%
ILUSTRASI. Anda sudah bisa mendapatkan promo HokBen hari ini 7 Juli 2021 untuk makan siang atau malam. Dok: Instagram HokBen


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Edy Can


JAKARTA. Ekspor kopi bubuk sepanjang semester pertama tahun 2012 melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut perhitungan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), kenaikan ekspor kopi bubuk pada semester pertama tahun ini mencapai 150%.

Ketua Umum AEKI Suyanto Hussein mengatakan pada semester pertama tahun ini, volume ekspor kopi bubuk mencapai 20.000 ton. Sedangkan volume ekspor kopi bubuk pada semester pertama tahun lalu hanya sebesar 8.000 ton. "Volume ekspor kopi bubuk semester pertama ini cukup menggembirakan karena naik tajam dibandingkan dengan tahun lalu," kata Suyanto kepada KONTAN, Senin (6/8).

Suyanto mengatakan, kenaikan ekspor kopi bubuk tersebut karena banyaknya permintaan kopi bubuk asal Indonesia. Menurutnya, kondisi ini cukup mengejutkan. Pasalnya pada tiga bulan pertama tahun ini, permintaan kopi bubuk dari luar negeri cukup lesu karena pengaruh dari pasar global.

Namun, permintaan kopi mulai menanjak pada April hingga Juni. "Permintaan pada bulan Agustus ini masih naik dibandingkan dengan Juni. Hingga akhir tahun, ekspor kopi bubuk akan terus meningkat dibandingkan dengan tahun lalu," kata Suyanto.

Produk kopi bubuk kopi Indonesia banyak dipasok ke berbagai negara mulai Asia hingga Timur Tengah. Di Asia, beberapa negara tujuan eksportir kopi adalah Vietnam, China, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan Malaysia. Sedangkan tujuan ekspor kopi bubuk di Timur Tengah adalah Dubai.

Wakil Ketua Umum Bidang Industri dan Spesiality AEKI, Pranoto Soenarto mengatakan para eksportir kopi melakukan penetrasi pasar ke China dengan lemahnya pasar Amerika Serikat dan Eropa,. Pranoto bilang, China mulai lahir sebagai negara pecinta kopi. "Ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan eksportir kopi nasional," kata Pranoto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×