kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Sempat jadi primadona, 8 mobil ini akhirnya tutup usia


Senin, 08 Maret 2021 / 13:42 WIB
ILUSTRASI. Ada delapan mobil yang pernah jadi primadona dan dihentikan produksinya. Salah satunya Honda Freed.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

3. Suzuki Spash 

Tahun 2010, Suzuki meluncurkan Splash di Indonesia. Mobil kota ini sejatinya cukup mendapatkan apresiasi positif di pasar, terutama ketika Suzuki meluncurkan varian transmisi otomatis. Usianya hanya bertahan lima tahun karena pada 2015 Suzuki memutuskan untuk mengakhiri perjalanan Splash di Indonesia dan menggantikannya dengan Ignis.

4. Suzuki Swift 

Suzuki Swift hadir di Indonesia pada 2007. Generasi ketiga mobil ini diluncurkan tahun 2012. Mobil yang kompak ini sebetulnya mendapat respons cukup positif dari masyarakat. Namun, sayangnya masih kurang untuk bisa terus mempertahankan perjualannya di Indonesia. Suzuki Swift pun harus disuntik mati pada 2016.

Baca Juga: Si Legendaris Yamaha YZF-R6 bakal disuntik mati di dua wilayah ini

5. Mitsubishi Delica 

Mitsubishi Delica meluncur sejak tahun 2014 untuk meramaikan mobil MPV bongsor di Indonesia. Sayangnya, mobil ini tak memenuhi ekspektasi. Penjualan Delica tidak pernah menyentuh angka 1.000 unit per bulan. Mitsubishi pun harus menghentikan impor Delica dari Jepang pada 2018, setelah penjualannya terus merosot.

6. Nisan March 

Usia Nissan March di Indonesia mencapai delapan tahun. Lahir tahun 2010 karena tren mobil 1.200 cc di dunia sedang meningkat. Nissan March yang sempat dibekali dengan mesin 1.500 cc ini harus pamit undur diri pada 2018. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×