kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Setelah Garuda, BGR bidik dua pelat merah


Kamis, 23 Februari 2017 / 21:37 WIB
Setelah Garuda, BGR bidik dua pelat merah


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Penyedia jasa logistik terintegrasi, PT Bhanda Ghara Reksa (persero) terus menggenjot bisnisnya. Setelah menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia, BGR bakal membidik kerja sama dengan sesama perusahaan pelat merah, yakni PT Angkasa Pura II dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Direktur Utama BGR R. Ruli Adi menyatakan, dengan kerja sama tersebut akan semakin meningkatkan layanan kepada konsumen. Namun, pihaknya belum mengkalkulasi potensi efisiensi dari kerja sama tersebut.

"Ketika sudah berjalan baru bisa ketahuan, dengan ambil sampling-sampling. Untuk target pasti ada," ujar Ruli di Kawasan Pergudangan BGR Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (23/2).

Dalam kerja sama dengan Garuda, BGR akan memberikan layanan pergudangan kargo, pemaksimalan proses distribusi menggunakan layanan penerbangan Garuda Cargo, hingga membuat produk distribusi yang terintegrasi dengan pergudangan, air freight, dan transportasi.

Sementara, dengan BRI, BGR akan menyediakan layanan express kurir. Menurut Ruli, kunci dalam keberhasilan bisnis tersebut adalah dengan banyaknya jaringan. Nah, konsolidasi sesama BUMN dinilai menjadi langkah yang strategis. "Kalau bangun akan kalah, karena harus investasi. Sementara BRI punya BRI link yang luas, ratusan ribu. Kami tinggal nambahi BGR, maka akan bertambah seperti itu juga," terang Ruli.

Menurutnya, hal tersebut menjadi terobosan yang luar biasa. Sebab, perusahaan tidak perlu mengeluarkan banyak investasi. Namun, hanya dengan mengoptimalkan kelebihan masing-masing BUMN. "Kuncinya adalah jangan ego. Sama-sama BUMN jangan ada ego sektoral," imbuhnya.

Dengan sinergi seperti itu akan ada penurunan biaya untuk logistik. Secara nasional, apabila BUMN saling bersinergi bisa menurunkan 20% ongkos logistik. Sebab, adanya optimalisasi aset satu sama lain. "Masih terlalu banyak aset BUMN yang belum optimal," papar Ruli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×