CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Harga Minyak Dunia Tembus US$108, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil


Jumat, 11 September 2026 / 16:16 WIB
Harga Minyak Dunia Tembus US$108, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan meski lonjakan harga minyak mentah dunia telah menembus level US$ 108 per barel.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mejelaskan putusan penahanan harga tersebut diambil guna menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak pasar energi global.

"Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," ujar Bahlil saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: Pertamina Targetkan B50 Tersedia di Seluruh SPBU pada Akhir September 2026

Bahlil mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memantau pergerakan harga komoditas global.

Meski demikian, langkah mempertahankan harga BBM subsidi diakui merupakan beban yang cukup berat bagi postur anggaran negara akibat potensi pembengkakan belanja subsidi energi.

Bahlil menekankan, opsi pelebaran alokasi anggaran subsidi tetap diambil sebagai langkah taktis pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

"Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan (anggaran) subsidinya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting," tambahnya.

Dia juga mengatakan, tekanan terhadap APBN masih relatif terkendali lantaran rata-rata harga patokan minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) secara akumulatif sejak awal tahun masih berada di kisaran aman.

Secara keseluruhan, realisasi rata-rata ICP periode Januari hingga September 2026 masih mencatatkan angka di kisaran US$ 85 hingga US$ 90 per barel sehingga dampaknya dinilai masih terukur.

Baca Juga: Produksi Batubara 2026 Diproyeksi Melandai, Logistik dan Regulasi Jadi Tantangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×