kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Siasati kelesuan, peritel mulai garap format ritel yang lebih beragam


Rabu, 16 Mei 2018 / 18:05 WIB
Siasati kelesuan, peritel mulai garap format ritel yang lebih beragam
ILUSTRASI. Giant Mart

Berita Terkait

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri ritel pada tahun lalu mengalami tekanan hebat, menurut riset Nielsen sampai dengan semester I-2017 minimarket masih menjadi katalis pertumbuhan industri dengan peningkatan 7%. Sedangkan untuk format supermarket dan hypermarket hanya tumbuh 0,4%.

Salah satu yang kepincut format ritel lain adalah PT Hero Supermarket Tbk (HERO). Perusahaan yang selama ini bermain di format supermarket, hypermarket dan health and beauty dengan flagship Hero Supermarket, Giant dan Guardian pun melirik format minimarket.


Tony Mampuk, General Manager Corporatee Affaiers HERO menyampaikan perusahaan sudah menggarap format ritel minimarket melalui Giant Mart sejak tahun lalu. Saat ini, perusahaan akan mereview ulang strategi pengembangan bisnis minimarketnya untuk bisa bertumbuh.

"Yang pasti hari ini kami mempunyai tiga gerai Giant Mart. Nanti, setelah presiden direktur baru masuk akan lebih kelihatan arahnya kemana mengenai Giant Mart," ujarnya kepada Kontan.co.id akhir pekan lalu.

HERO tidak sendiri, PT Mega Mahadana Hadiya (Mahadya) juga menggarap format berbeda. Pengelola gerai LOKA Indonesia tersebut juga menggarap segmen berbeda yakni Supermarket dan Convenience Store. Keduanya difokuskan menggarap pasar yang berbeda.

Meysi Gautami, Marketing Manager LOKA beberapa waktu lalu menyampaikan kepada KONTAN saat ini LOKA memiliki lima gerai dengan dua format berbeda. LOKA Lifestyle Supermarket menyasar segmen keluarga, sedangkan LOKA Lite Convenience Store menyasar pekerja kantoran.

Berbeda dengan keduanya yang mulai menggarap format berbeda, PT Trans Retail Indonesia justru tetap fokus menggarap format hypermarket dengan flagship Transmart dan Carrefour. Ketimbang menggarap format yang berbeda, perusahaan justru mengembangkan konsep baru.

Satria Hamid Ahmadi, GM Corporate Communication Trans Retail mengatakan bahwa saat ini perusahaan fokus pada konsep 4 in 1. Belum ada rencana untuk menggarap format ritel yang berbeda, menurutnya saat ini fokus menggarap konsep 5 in 1 atau 6 in 1 dengan adanya hotel dan apartement milik grup.

"Termasuk pengembangan dari konsep hypermarket hybrib dipadukan dengan departement store. Kami fokus disana dan untuk saat ini belum akan diversifikasi ke ritel kecil seperti minimarket," pungkasnya.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×