kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Rencana Bisnis All Nippon Airways (ANA), Belum Lirik Pasar LCC di Indonesia


Kamis, 03 Agustus 2023 / 18:08 WIB
Simak Rencana Bisnis All Nippon Airways (ANA), Belum Lirik Pasar LCC di Indonesia
ILUSTRASI. All Nippon Airways (ANA) diketahui telah menjalin bekerjasama dengan PT Bank HSBC Indonesia


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai asal Jepang, All Nippon Airways (ANA) diketahui telah menjalin bekerjasama dengan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) untuk kembali menawarkan berbagai keistimewaan untuk meningkatkan pengalaman dan kenyamanan nasabah para HSBC Premier yang akan bepergian ke luar negeri.

Kerja sama antara HSBC-ANA ini dituangkan dalam acara HSBC-ANA Travel Fair yang berlangsung pada 3-6 Agustus di Central Park Mall, Jakarta. 

Passenger Sales and Marketing Manager ANA, Raymond Tjia Title mengatakan sejumlah fasilitas dan fleksibilitas ditawarkan oleh ANA bagi para konsumen.

“Jadi yang kita tawarkan adalah dari sisi fleksibilitas. Mungkin dari dulu kita melihat travel fair itu harga murah. Karena fix price, fix day.  Kali ini kita tawarkan bisa ganti tanggal, kalau memang harus batal, bisa di-refund tiketnya,” jelas Raymond dalam acara HSBC-ANA Travel Fair 2023, Kamis (03/08). 

Baca Juga: Japan Airlines Beli 21 Pesawat Boeing 737 MAX Senilai US$ 2,5 Miliar

Raymond juga menambahkan, ANA menjalankan sejumlah pembaruan untuk memenuhi keinginan market dan nasabah HSBC premier khususnya untuk yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri. 

“Kita berinovasi melalui layanan dan produk. Produk terbaru kita ada first class the suite dan bisnis class the room. Yang melayani rute dari Tokyo ke San Fransisco, Tokyo ke New York, Tokyo ke London,” katanya. 

“Ini Arsiteknya dari Jepang, Kengo Kuma dengan desainer terkemuka dari Inggris, menawarkan produk yang benar-benar luxury,” tambahnya. 

Langkah ini kata dia berdasarkan juga pada data maskapai ANA yang menunjukkan, total jumlah penumpang pesawat dari Indonesia ke Jepang dan AS mencapai sekitar 98,000, naik 129% pada tengah tahun pertama di 2023 dibanding dengan tengah tahun pertama di 2019. 

Mengutip data Statista, menyantap makanan Jepang, belanja, dan menikmati pemandangan di Jepang yang indah merupakan aktivitas populer wisatawan Indonesia yang liburan ke Jepang. 

Sayangnya, ANA belum melirik pasar LCC (low cost carrier) atau penerbangan dengan biaya rendah di Indonesia dan masih akan fokus beberapa tahun ke depan dengan rute luar negeri.

Baca Juga: 10 Maskapai Global Paling Tepat Waktu, Garuda Indonesia Nomor Berapa?

“Sejauh ini rute kita Jakarta-New York dan Jakarta-Tokyo dan sebaliknya. Kita mengoperasikan dua bandara, yaitu Bandara Narita dan Bandara Haneda,” jelasnya. 

Meski belum melirik pasar LCC di Indonesia, ANA ternyata sudah mengoperasikan rute LCC di sekitar kawasan regional Jepang.

“Saat ini kita ada LCC itu terbangnya dari Jepang ke rute regional contohnya seperti ke Taiwan dan Korea, jadi bukan untuk yang long flight ya. Kalau ke Jakarta kan 7 jam, kalau ke Taiwan kan kurang lebih hanya 3 jam,” Raymond. 

Untuk targetnya di pasar Indonesia, Raymond mengatakan ANA tidak mematok nilai tertentu. Hanya target yang sama seperti tahun 2019 lalu, dimana belum ada Covid-19 dan bisnis penerbangan masih terhitung lancar. 

“Untuk pasar Indonesia kita tidak bisa sebutkan angka, tapi kita mau sama dengan tahun 2019 ya, saat sebelum Covid-19,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×