kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Rencana Bisnis Pelita Teknologi Global (CHIP) di Tahun 2023


Rabu, 21 Juni 2023 / 08:29 WIB
Simak Rencana Bisnis Pelita Teknologi Global (CHIP) di Tahun 2023
ILUSTRASI. Produksi kartu SIM dan voucher pulsa operator seluler oleh PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP).


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelita Teknologi Global Tbk mengincar perluasan pangsa pasar. Emiten berkode saham CHIP ini dalam proses negosiasi klien baru dari overseas alias luar negeri.

Direktur Utama Pelita Teknologi Global Ardarini menjelaskan tahun ini, CHIP akan berfokus untuk meningkatkan kapasitas sambil menggenjot pendapatan dengan menambah klien baru.

"Kami melakukan negosiasi dengan perusahaan baru di overseas, kalau bisa 10 negara atau lebih, tidak hanya di Afrika," ujar dia dalam paparan publik, Selasa (20/6).

Asal tahu saja, CHIP sudah melakukan ekspor di pasar Afrika. Benua Hitam hitam itu, Pelita Teknologi Global menyediakan chip bagi Zambia Telecom.

Baca Juga: Pelita Teknologi Global (CHIP) Tebar Dividen Perdana Sejak Listing, Ini Besarannya

Untuk di dalam negeri, Pelita Teknologi Global merupakan vendor atau pemasok utama untuk Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Mulai dari chip hingga pengemasannya.

Karena sudah menjalin kerja sama dengan IOH, Ardarini bilang pihaknya sedang dalam masa penjajakan dengan Grup Ooredoo yang punya pangsa pasar di Timur Tengah.

"Saat ini kami baru register ke Telkomsel juga lewat Singtel, setelah baru tender dan kita akan diundang," kata Ardarini.

Adapun untuk tahun ini CHIP menargetkan pendapatan bisa mencapai Rp 154 miliar. Per 31 Maret 2023, CHIP telah mengantongi penjualan sebesar Rp 101,11 miliar atau mencapai 66% dari target.

Sementara, laba usaha CHIP bisa meningkat 12% hingga akhir tahun ini. Kemudian laba bersih perusahaan ditargetkan bisa melonjak 10% dari posisi akhir 2022.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×