kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Strategi Bisnis Astra International (ASII) dalam Berinvestasi


Kamis, 06 Juli 2023 / 06:10 WIB
Simak Strategi Bisnis Astra International (ASII) dalam Berinvestasi
ILUSTRASI. PT Astra International Tbk (ASII) membeberkan strategi investasi yang dilakukan tahun ini


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII) kian fokus melirik investasi di luar bisnis Grup Astra. Ini terlihat dari alokasi dana yang disiapkan ASII. 

Astra International mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 24 triliun. ASII juga mencadangkan dana untuk investasi senilai Rp 15 triliun. 

Head of Corporate Investor Relation Tira Ardianti menjelaskan dari anggaran tersebut akan dipakai untuk dua keperluan, yaitu unit bisnis Grup Astra dan di luar bisnis yang telah ada.

Baca Juga: United Tractors (UNTR) Beli Tanah dari Perusahaan Afiliasi Senilai Rp 14,72 Miliar

“Bagi unit bisnis Astra, kami akan tetap melakukan investasi untuk memperkuat core bisnis. Mulai dari bisnis otomotif dan infrastruktur,” kata dia saat ditemui, Rabu (5/7). 

Adapun per Maret 2023, anggaran capex dan investasi tersebut telah terserap sebanyak Rp 7 triliun. Penggunaan tersebut lebih tinggi 61% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. 

Tira menyampaikan selain di luar bisnis eksisting, pihaknya tertarik dengan sektor kesehatan. Hal tersebut sudah tunjukan dari investasi ASII di HaloDoc dan PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL).

“Selain itu kami, juga melihat sektor consumer goods karena punya potensi besar ke depan. Namun peluang ini masih kami pelajari dan kaji,” ujar dia. 

Investasi Anak Usaha

Sejalan dengan induknya, anak usaha Astra International juga gencar untuk melakukan investasi baru. Salah satunya, PT United Tractors Tbk (UNTR). 

Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro menuturkan pada tahun ini, pihaknya menyiapkan capex sebesar US$ 1,2 miliar. Sebesar US$ 900 juta dipakai untuk pembelian alat-alat baru. 

 

“Lalu alokasi di sektor tambang emas sekitar US$ 150 juta, sektor konstruksi sekitar US$ 50 juta dan sisanya untuk lain-lain,” paparnya. 

Iwan bilang UNTR juga akan berfokus memperbesar di sektor tambang mineral seperti emas hingga nikel. Tak hanya itu, UNTR juga akan mengembangkan sektor energi baru terbarukan. 

Unit bisnis lainnya, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menyiapkan belanja modal sebesar Rp 330 miliar di 2023. Mayoritas paling besar sebanyak Rp 280 miliar digunakan untuk bisnis solusi dokumen. 

Baca Juga: Entitas Bisnis Astra International (ASII) Membeli 228 Kendaraan Truk

Segmen CPO Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menggarakan capex sebesar Rp 1,2 triliun–Rp 1,5 triliun pada 2023. Hingga kuartal I-2023, anggaran tersebut sudah dipakai Rp 168 miliar. 

Equity Analyst JP Morgan Benny Kurniawan menilai pertumbuhan kinerja ASII dibayangi oleh penurunan pendapatan dari unit bisnis yang berkaitan dengan komoditas.

“Kami memproyeksikan pendapatan UNTR akan lebih rendah 7,5% dan itu menjadi salah satu penekan pendapatan Astra International,” jelas dia dalam riset 21 Juni 2023. 

JP Morgan menyematkan rekomendasikan neutral ASII. Dalam hitungannya, target harga ASII di level Rp 7.050. 

Pada perdagangan Rabu (5/7), saham ASII ditutup pada level Rp 6.775.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×