kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Sinar Mas Agro (SMAR) targetkan produksi tumbuh 5% tahun ini


Senin, 30 September 2019 / 19:22 WIB

Sinar Mas Agro (SMAR) targetkan produksi tumbuh 5% tahun ini
ILUSTRASI. Kantor PT Sinarmas Agribusiness and Food sub usaha PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menyampaikan pada tahun ini produksi CPO tahun ini akan tumbuh. Asal tahu saja SMAR saat ini memiliki 137.620 ha area tanam dengan rincian 106.320 ha area inti dan 31.300 ha area plasma.

Pinta S Chandra, Investor Relations Sinar Mas Agribusiness and Food menyebut bahwa produksi CPO pada tahun ini akan lebih tinggi. Apalagi pasar CPO ke depan bakal diprediksi terkerek oleh program B30 yang bakal segera diterapkan di Indonesia.

Baca Juga: Permintaan biodiesel berpeluang meningkat, SMART (SMAR) belum akan tambah pabrik

"Perusahaan menargetkan produksi produk CPO tahun 2019 dapat tumbuh sampai dengan 5% dibandingkan dengan tahun 2018," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (30/9).

Catatan Kontan.co.id, seluas 133.810 ha menghasilkan produksi tandan buah segar sebanyak 621.260 metrik ton. Perusahaan juga memiliki total 16 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 4,2 juta metrik ton tandan buah segar (TBS).

Asal tahu saja, tahun ini SMAR mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 1,1 triliun sebanyak 55% akan digunakan pembangunan sisi upstream. Selain itu belanja modal tersebut juga bakal digunakan untuk peremajaan tanaman tua dan peningkatan kemampuan hilir pabrik.

Namun tahun ini SMAR masih menghadapi tantangan dari sisi harga yang masih tertekan. Oleh karena itu, perusahaan melakukan strategi antisipasi pelemahan dengan intergrasi bisnis. Yang jelas, perusahaan berharap bisa mencatat pertumbuhan tahun ini.

Baca Juga: Ini prediksi analis untuk emiten Sinar Mas yang sahamnya turun sepanjang 2019

"Diharapkan melemahnya harga CPO ini sebagian dapat dimitigasi dengan peningkatan volume penjualan dan kontribusi dari bisnis hilir yakni minyak goreng dan produk turunannya didukung oleh bisnis model SMAR yang terintegrasi vertikal," lanjutnya.

Sampai semester I, SMAR masih mencatat pertumbuhan penjualan 0,68% dari Rp 17,68 triliun menjadi Rp 17,81 triliun sedangkan bottom line bertumbuh dari sebelumnya merugi Rp 187,02 miliar menjadi untung Rp 287,19 miliar.


Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×