kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Sinar Mas Land optimistis bisa gaet 15 tenant baru di Digital Hub BSD City


Kamis, 03 Juni 2021 / 18:25 WIB
ILUSTRASI. Digital Hub yang dikembangkan Sinar Mas Land di BSD City.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

Digital Hub merupakan sebuah ekosistem yang dimulai pada pengembangan talent digital di industri 4.0 sehingga banyak sekolah-sekolah IT non-informal berstandar global bergabung di sini. 

Irawan menjelaskan, Digital Hub dirancang sebagai rumah para pelaku startup, baik itu Unicorn Indonesia dan perusahaan teknologi multinasional, perusahaan ventura, data center dan juga R&D Center.

Lebih lanjut, saat ini Sinar Mas Land sedang fokus yang pada  membangun ekosistem digital di dua area, yakni Digital Hub BSD City dan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam. 

NDP didesain secara khusus untuk menjadi kawasan ekonomi digital yang akan menjadi jembatan penghubung berbagai perusahaan digital dan teknologi antara Indonesia dan Singapura.

NDP telah mempekerjakan 1.500 tenaga kerja digital dari 100 perusahaan multinasional seperti Glints, R/GA, dan Web Imp. Selain area perkantoran, saat ini NDP dilengkapi dengan area penunjang lain seperti pusat perbelanjaan, pusat pelatihan digital, hotel, dan co-working atau co-living space untuk mendukung kebutuhan hidup masyarakat dan pekerja.

Baca Juga: Lima tahun ke depan, Sinar Mas Land bidik dua unicorn gabung BSD City Digital Hub

Irawan melanjutkan, hingga tiga sampai lima tahun ke depan Sinar Mas Land menargetkan ada dua unicorn yang bergabung di BSD City Digital Hub. Selain itu juga ditargetkan penambahan startup dan pusat pelatihan pengembangan talenta.

Sementara untuk Batam, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan high tech fisheries terbesar di Singapura dan high tech farming berasal dari Australia.

"Beberapa perusahaan besar dunia juga sedang menjajaki partnership dengan kami untuk mendirikan data center," pungkas Irawan.

Selanjutnya: Sektor hulu migas menanti pemberian insentif fiskal guna dorong lifting migas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×