kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.039   -10,00   -0,06%
  • IDX 7.189   140,60   1,99%
  • KOMPAS100 993   21,22   2,18%
  • LQ45 729   13,51   1,89%
  • ISSI 256   4,90   1,95%
  • IDX30 395   6,66   1,72%
  • IDXHIDIV20 491   3,51   0,72%
  • IDX80 112   2,27   2,07%
  • IDXV30 136   0,35   0,26%
  • IDXQ30 129   1,77   1,39%

Semen Indonesia (SGMR) Bukukan Pendapatan Rp 35,24 Triliun pada 2025


Rabu, 01 April 2026 / 09:31 WIB
Semen Indonesia (SGMR) Bukukan Pendapatan Rp 35,24 Triliun pada 2025
Proses pemuatan zak semen di dalam palka atau lambung kapal distribusi di Dermaga Terminal Khusus (T (SIG/dok)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja keuangan 2025 yang tetap solid di tengah perlambatan industri bahan bangunan. 

Emiten dengan kode saham SMGR ini membukukan volume penjualan 37,93 juta ton dengan pendapatan sebesar Rp 35,24 triliun. 

Dari sisi profitabilitas, EBITDA tercatat Rp4,49 triliun, sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp191 miliar.

Baca Juga: Semen Indonesia (SGMR) Pasok 115.000 Ton Semen untuk RDMP Balikpapan

Kinerja SMGR tersebut ditopang oleh langkah transformasi bisnis yang dijalankan sejak Juli 2025. 

SIG memfokuskan strategi pada penguatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.

Hasilnya mulai terlihat pada paruh kedua tahun lalu, di mana penjualan domestik berangsur membaik dan menopang kinerja sepanjang tahun.

Di tengah pasar domestik yang masih menantang, SIG juga menggenjot ekspansi regional.

Sepanjang 2025, penjualan regional mencapai 7,95 juta ton, tumbuh 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton. Peningkatan ini menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan.

Baca Juga: Obligasi Semen Indonesia (SMGR) Senilai Rp 714 Miliar Akan Jatuh Tempo pada Mei 2026

Dari sisi operasional, SIG berhasil menjaga efisiensi biaya secara ketat. Beban pokok pendapatan turun 0,3% secara tahunan, sementara beban usaha di luar beban operasi lainnya menyusut 1,1%. 

Perbaikan tata kelola keuangan juga mendorong biaya keuangan bersih turun signifikan 32,7%, memperkuat struktur keuangan perusahaan.

“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri,” ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam siaran pers, Rabu (1/4/2026).

 

Ke depan, SIG membidik pertumbuhan melalui penguatan ekspor dan pengembangan bisnis baru. 

Salah satu langkah strategis adalah proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, hasil kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Perusahaan menargetkan ekspor mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Transparansi Informasi Demi Bisnis Berkelanjutan

Selain ekspor, kolaborasi dengan Taiheiyo juga diarahkan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization guna membuka pasar baru di sektor konstruksi. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru di tengah tekanan pasar domestik.

Di luar kinerja bisnis, SIG juga mencatatkan kemajuan pada aspek keberlanjutan.

Intensitas emisi gas rumah kaca cakupan 1 turun menjadi 561 kg CO2 per ton cement equivalent, atau menurun 21% dibandingkan baseline 2010. Sementara itu, emisi cakupan 2 turun 15% dibandingkan baseline 2019 menjadi 57 kg CO2 per ton.

Penurunan emisi ini didorong oleh peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif serta pengembangan energi terbarukan.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Berkelanjutan dengan Inovasi Industri Hijau

Sepanjang 2025, penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 681.567 ton, meningkat dari tahun sebelumnya, dengan rasio substitusi energi panas naik menjadi 9,77%.

“Kinerja keberlanjutan dan bisnis berjalan beriringan dan saling memperkuat daya saing perusahaan,” tegas Vita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×