Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) memproyeksikan kinerja yang lebih baik pada kuartal III-2026 dan berlanjut hingga akhir tahun.
Mengacu laporan keuangan, ESIP membukukan penjualan sebesar Rp 31,57 miliar pada semester I-2026. Realisasi tersebut meningkat 6,25% dibandingkan penjualan pada semester I-2025 yang sebesar Rp 29,71 miliar.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih ESIP mencapai Rp 1,82 miliar pada semester I-2026, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 907,40 juta.
Presiden Direktur ESIP Eric Budisetio Kurniawan mengatakan, perusahaan menargetkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme tersebut salah satunya ditopang oleh proyeksi kinerja pada kuartal III-2026.
Baca Juga: Mayora Indah (MYOR) Masih Cermati Implementasi Cukai Minuman Berpemanis pada 2027
“Kami proyeksi kinerja kuartal III-2026 lebih baik dibandingkan kuartal II-2026, baik dari penjualan maupun laba bersih,” ungkap Eric kepada Kontan.co.id, Jumat (25/9).
Menurut Eric, permintaan terhadap produk kemasan plastik sejauh ini masih tersedia. Namun, perusahaan masih mencermati ketidakstabilan harga biji plastik yang turut dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia.
Selain harga bahan baku, kenaikan biaya logistik di tengah meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi tantangan bagi industri kemasan plastik.
Untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun, ESIP akan melanjutkan efisiensi operasional, termasuk melalui peremajaan mesin dengan tetap mengoptimalkan output produksi.
“Namun perseroan tetap menjaga efisiensi terutama di peremajaan mesin dengan output yang maksimal,” kata Eric.
ESIP juga melakukan penyesuaian harga jual kepada pelanggan sebagai salah satu langkah untuk menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya produksi.
Baca Juga: Anak Usaha PGN, Saka Energi Tajak Sumur Eksplorasi Manpatu 1 di Blok Pekawai
Di sisi pengadaan bahan baku, perseroan memperkuat strategi pembelian jangka panjang untuk mengantisipasi volatilitas harga. ESIP juga menjaga persediaan bahan baku sekitar tiga bulan agar dapat membantu mengendalikan biaya produksi.
“Perseroan berfokus kepada purchasing raw material yang bersifat jangka panjang untuk hedge harga yang fluktuatif. Kami menyetok persediaan bahan baku kurang lebih tiga bulan untuk menjaga harga,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














