kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Sistem integrasi transaksi picu kepadatan di tol


Jumat, 17 Juni 2016 / 15:26 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemberlakuan sistem integrasi transaksi Jalan Tol Cikarang Utama-Palimanan dan Palimanan-Brebes Timur bertujuan untuk mengurangi kemacetan di ruas-ruas tol tersebut, terutama ketika mudik Lebaran 2016.

Kendati demikian, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Adityawarman menampik nantinya sistem ini tidak benar-benar sesuai harapan.

"Tapi, yang perlu saya sampaikan, bukan berarti (jalan tol) jadi mulus banget. Namun jika sebelumnya melebihi kapasitas (jalan tol), pasti tidak begitu panjangnya sekarang," jelasnya kepada Kompas.com, usai peresmian sistem integrasi tersebut, Kamis (16/6/2016).

Pasalnya, lalu lintas di ruas-ruas tol tersebut akan meningkat beberapa kali lipat ketika lebaran dan hal itu tidak didukung dengan kapasitas jalan yang tidak berubah.

Menjadi hal yang wajar apabila sistem integrasi transaksi ini diprediksi hanya sedikit bisa mengurangi kemacetan.

"Traffic saat lebaran kan 3-4 kali dibandingkan situasi normal. Jadi seluruh jaringan jalan termasuk ruas tol sudah pasti akan padat karena kapasitas jalan juga kan tidak berubah," ungkap Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, kepada Kompas.com, Kamis (16/6/2016).

Sebelum diintegrasikan, pengendara harus melewati 7 gerbang tol dan melakukan transaksi sebanyak pintu tol tersebut.

Namun, karena sudah diintegrasikan, pemudik cukup melakukan transaksi di 3 gerbang tol, yakni Cikarang Utama, Palimanan, dan Brebes Timur.

"Skema seperti ini justru akan menarik pengguna non-tol untuk sekarang memakai jalan tol dan menyebabkan jalan tol akan semakin macet," tandas Danang. (Penulis: Ridwan Aji Pitoko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×