kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

SKK Migas pastikan proses lahan Masela baru rampung sebagian


Selasa, 02 Juni 2020 / 17:28 WIB
ILUSTRASI. Pemprov Maluku serahkan SK pengadaan tanah pelabuhan LNG Lapangan Abadi Masela


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

Sementara itu, pasca penyerahan SK oleh Gubernur Maluku, Julius menuturkan proses akuisisi lahan tambahan masih terus berlanjut. Disisi lain, pihak terkait kini tengah melakukan studi persiapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

"Juga tengah proses prakualifikasi (PQ) untuk pekerjaan Front End Engineering Design (FEED), sebelum akhirnya nanti diperkirakan tahun 2023 mulai pekerjaan rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi atawa Engineering, Procurement, Construction, Installation (EPCI)," jelas Julius.

Dalam catatan Kontan.co.id, luasan lahan yang dibutuhkan untuk proyek Masela mencapai 1.500 (ha).

Baca Juga: Menakar potensi lelang Wilayah Kerja Migas di tengah pandemi Covid-19

Sebelumnya, Dwi Soetjipto mengungkapkan, lokasi kilang nantinya pun bakal berada tidak jauh dari lokasi pelabuhan yang ditentukan. "Iya (kilang) di dekat situ," kata dia beberapa waktu yang lalu.

Dwi menambahkan saat ini masih ada beberapa tahapan yang akan dilakukan. Ia menjelaskan, kini tengah melakukan empat tahapan pekerjaan sekaligus demi memuluskan jalannya proyek berkapasitas produksi LNG tahunan sebesar 9,5 juta ton.

Selain pengadaan lahan, saat ini Inpex juga melakukan tender FEED dan membuat pedoman rencana tender EPC yang akan digunakan sebagai parameter Final Investment Decision (FID).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×