kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Soal Panic Buying BBM oleh Warga, Begini Penjelasan Bahlil


Kamis, 12 Maret 2026 / 20:40 WIB
Soal Panic Buying BBM oleh Warga, Begini Penjelasan Bahlil
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara mengenai masih adanya warga yang melakukan panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Bahlil menegaskan, stok BBM nasional dalam kondisi aman.

Ia turut memastikan cadangan BBM saat ini cukup untuk sekitar 23 hari, yang mana tangki penyimpanannya bisa langsung diisi ulang kembali.

"Stok kita itu dalam kondisi yang aman. 23 hari, enggak perlu ada panic buying. 23 hari yang dimaksudkan itu adalah di dalam tangki kita," ujar Bahlil di Istana, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Konsumsi Bensin Diprediksi Naik 9,6%, Pasokan Energi Jawa Bagian Barat Aman

Bahlil menambahkan, angka tersebut hanya menggambarkan stok yang tersedia di dalam tangki penyimpanan.

Pasokan BBM Aman Menjelang Pergantian Tahun

Maka dari itu, dirinya memastikan pasokan BBM akan selalu ada, karena produksi dan distribusi terus dilakukan.

"Tapi kan produksi terus, kita produksi terus dan ada masuk terus. Tolong teman-teman media juga menyampaikan informasi yang enak," ucapnya.

Lebih jauh, terkait kemungkinan tambahan anggaran subsidi energi, Bahlil menyebut pemerintah hingga saat ini belum menghitung secara pasti besaran kenaikannya.

Baca Juga: Menteri Bahlil Ungkap Potensi Ubah RUPTL, PLTD Diganti PLTS dan PLTP

Sebab, kata Ketum Golkar ini, perhitungan tersebut masih menunggu perkembangan harga minyak dunia.

"Sampai dengan kemarin saya hitung, angka rata-rata dari Januari sampai dengan sekarang, itu belum melampaui 70 USD per barrel. Karena kemarin kan di bawah 70 USD. Nah, kemudian naik beberapa hari ini menjadi 80-90, ada yang 112 USD per barrel," jelas Bahlil.

"Sekarang sudah turun lagi kan, di bawah 100 USD. Nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya," imbuhnya.

Dilansir dari Kompas TV, fenomena panic buying terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Warga mengantre panjang untuk membeli BBM karena khawatir ketersediaan bahan bakar berkurang akibat dampak perang di Iran.

Dalam sepekan terakhir, antrean BBM, khususnya jenis solar, bahkan mencapai hingga satu kilometer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×