kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45887,26   -13,55   -1.50%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Soal Produktivitas Perusahaan Terkait Libur Lebaran, Ini Kata Pengusaha


Selasa, 16 April 2024 / 00:15 WIB
Soal Produktivitas Perusahaan Terkait Libur Lebaran, Ini Kata Pengusaha
ILUSTRASI. Pengusaha mengatakan, libur idulfitri tak berdampak pada produktivitas perusahaan.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha mengatakan, libur idulfitri tak berdampak pada produktivitas perusahaan.

Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin, Sarman Simanjorang mengatakan, kebijakan libur idulfitri merupakan program dan kebijakan yang sudah diinformasikan kepada pelaku usaha.

Menurut Sarman, pada umumnya pelaku usaha sudah dapat mengantisipasi dengan memperbanyak stok selama libur idulfitri ini.

"Sehingga tidak mengganggu produktivitas dari pelaku usaha," ujar Sarman saat dihubungi Kontan, Senin (15/4).

Baca Juga: Perputaran Uang Lebaran Diprediksi Rp 157,3 Triliun, Begini Dampaknya ke Ekonomi

Sarman melihat, sudah banyak pelaku usaha yang pekerjanya sudah mulai masuk aktif tanggal 15 April. Jadi, sekalipun pemerintah memberikan kelonggaran sebagian aparatur sipil negara (ASN) untuk work from home (WFH) atau bekerja dari rumah pada tanggal 16 dan 17 April, tapi bagi pelaku usaha itu sifatnya tidak wajib. Artinya dikembalikan semuanya kepada kebijakan masing-masing perusahaan.

Pengusaha tidak ingin imbauan WFH tanggal 16 dan 17 April berlaku bagi dunia usaha. Hal ini agar tidak mengurangi produktivitas dunia usaha karena dalam berbagai sektor usaha tidak semuanya bisa dikerjakan melalui work from home. 

Banyak pelaku usaha yang harus melibatkan pekerjaan manusia secara langsung seperti misalnya hotel, restaurant, kafe, apotik, dan lainnya.

"Sehingga memang masalah kebijakan WFH pada tanggal 16 dan 17 itu untuk ASN silahkan, tapi bagi dunia usaha saya rasa itu tidak merupakan kewajiban karena kita tidak ingin itu akan mengganggu produktivitas dunia usaha," ucap Sarman.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Agus Dermawan mengatakan, libur panjang karena idulfitri sudah teragendakan dalam kalender tahunan. Sebab itu, terkait produktivitas tentunya sudah diantisipasi oleh kalangan pengusaha dan pekerja.

Selain itu, libur idulfitri dapat berdampak pada perekonomian daerah.

Baca Juga: Raih Cuan Pasca Lebaran dari Deposito dan Tabungan dengan Bunga Hingga 7,5% p.a

"Karena libur tahunan lebaran sudah menjadi liburan tahunan yang bersifat kultural dan memberikan dampak kepuasan bathin bagi para pekerja setahun sekali dapat pulang kampung untuk silaturahmi dengan orang tua, keluarga, famili dan handai tolan," tutur Agus.

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan bahwa sebagian ASN untuk bekerja dari rumah pada 16 dan 17 April. Hal ini untuk mengantisipasi kepadatan arus balik lebaran. 

Meski begitu, instansi yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik harus tetap bekerja dari kantor (work from office/WFO) 100%. Hal itu agar pelayanan publik tetap berjalan optimal dalam segala situasi.

Adapun, ASN yang dilarang WFH pada 16 dan 17 April di antaranya ASN yang bekerja di bidang kesehatan, energi, logistik, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, pos, transportasi dan distribusi, objek vital nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×