kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Startup Agritech Eratani Umumkan Tambahan Pendanaan


Selasa, 11 Juli 2023 / 11:54 WIB
Startup Agritech Eratani Umumkan Tambahan Pendanaan
ILUSTRASI. startup agritech Eratani


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Jane Aprilyani

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan rintisan di bidang agribisnis Eratani umumkan mendapat tambahan pendanaan sebesar Rp 30 miliar atau sebesar US$ 2 juta. Pendanaan ini diperoleh dari SBI Ven Capital melalui dana bersama dengan Kyobo Securities dan NTUitive. Putaran pendanaan juga diikuti oleh Genting Ventures, Orvel Ventures, dan Ascend Angels.

Pada akhir 2022, Eratani telah berhasil mengumpulkan Rp 60 miliar atau US$3,8 juta dari TNB Aura, AgFunder, B.I.G Ventures, dan Trihill Capital. Dengan adanya tambahan pendaan awal (seed round) maka pendanaan yang dikantongi Agritech menjadi Rp 90 miliar atau sebesar US$5,8 juta.

Andrew Soeherman, CEO Eratani mengatakan Eratani berdiri atas keyakinan bahwa teknologi dapat mengubah industri pertanian dan menciptakan dampak sosial yang signifikan.

"Investasi ini merupakan validasi terhadap model bisnis kami dan juga mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi agritech di Indonesia,” ujar Andrew dalam keterangan resminya, Selasa (11/7).

Baca Juga: Kemenkominfo & Kemenlu Gelar Literasi Digital Guna Menunjang Praktik Diplomasi

Andrew berharap Eratani dapat terus berkomitmen untuk terus memberdayakan petani, meningkatkan efisiensi, dan mendorong keberlanjutan bisnis dalam sektor pertanian.

Sebagai informasi saja, Eratani berdiri pada tahun 2021. Startup ini menyediakan pendanaan petani, manajemen rantai pasok, distribusi komoditas, dan pendampingan dan bantuan pertanian.

Saat ini Eratani telah mendukung lebih dari 20.000 jaringan petani padi di lima provinsi Indonesia. (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sulawesi Selatan).

Ryosuke Hayashi, Chief Executive Officer SBI Ven Capital mengungkapkan agritech memiliki potensi sangat besar di Indonesia dan SBI Ven Capital percaya Eratani memiliki solusi yang tepat untuk menggali potensi tersebut.

“Kami memiliki keyakinan penuh terhadap kemampuan Eratani dalam mendorong pertumbuhan dan transformasi sektor pertanian,” tandas Ryosuke.

Baca Juga: Konferensi Digital Telkom Ajak Generasi Muda Elevasi Masa Depan Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×