Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi) mengungkapkan bahwa krisis pasokan batubara ke sejumlah pabrik semen kian memprihatinkan akibat kendala logistik.
Fenomena cuaca ekstrim El Nino yang memicu kekeringan sungai memperparah rantai distribusi pasokan bahan bakar utama tersebut.
Ketua Umum Asperssi, Lilik Unggul Raharjo menyampaikan, fenomena El Nino memperburuk rantai pasok yang sebelumnya sudah terganggu. Akibatnya, cadangan energi primer di fasilitas manufaktur semen nasional berada pada level yang sangat mengkhawatirkan.
"Masalah El Nino ini memperparah kondisi sebelumnya. Per awal September 2026, stok batubara di sebagian besar pabrik semen menipis hingga hanya tersisa untuk 2 sampai 3 hari operasi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Vaksindo Satwa Nusantara Ekspor Vaksin Rp 1,9 Miliar ke Afrika
Dampak dari tipisnya cadangan batubara tersebut membuat sebagian produsen semen terpaksa menghentikan sementara operasional lini produksi. Lilik membeberkan, kerugian pasokan bahan baku setengah jadi semen telah mencapai tingkat yang terbilang signifikan.
"Beberapa pabrik bahkan sempat mengalami pemadaman fasilitas produksi yang mengakibatkan hilangnya potensi suplai clinker (bahan setengah jadi semen) hingga 1,2 juta ton," terangnya.
Lilik menuturkan, untuk menyikapi krisis pasokan batubara tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan regulator guna memohon solusi atas hambatan pengiriman.
"Kita beberapa kali melakukan advokasi ke stakeholder terkait terutama Kementerian ESDM juga menulis surat ke Menteri ESDM. Dari Kementerian ESDM ada follow up hanya belum seperti yang kita harapkan," tuturnya.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Dorong Industri Hijau Berkelanjutan
Lebih lanjut, Lilik menambahkan, guna menjaga kelangsungan produksi, pelaku industri semen terpaksa mengambil berbagai opsi darurat dari sisi internal maupun eksternal.
"Dari sisi internal melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar walau terbatas. Ada industri yang melakukan impor batubara dari Australia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














