Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi batubara nasional diprediksi mengalami penurunan pada tahun 2026. Penurunan ini terjadi seiring dengan menyusutnya rata-rata volume produksi bulanan jika dibandingkan dengan capaian sepanjang tahun 2025.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengungkapkan, produksi batubara Indonesia pada tahun 2025 mencapai 817 juta ton.
Dari jumlah tersebut, sekitar 522 juta ton atau 63% untuk keperluan ekspor, sementara itu sebesar 246 juta ton atau sekitar 30,2% untuk kebutuhan domestik.
Baca Juga: Dukung PLTS 100 GWp, Metalogika Bangun Pabrik Panel Surya Film Tipis hingga 200 MW
Bila dikonversi ke dalam hitungan bulanan, maka angka tersebut mencerminkan realisasi produksi sekitar 68 juta ton setiap bulannya sepanjang tahun lalu.
Memasuki tahun 2026, Tri membeberkan, akumulasi produksi nasional hingga bulan Juli tercatat mengalami penurunan. Dia bilang, total produksi hingga Juli 2026 tercatat sebesar 432 juta ton yang terbagi untuk ekspor sebesar 270 juta ton dan penyaluran domestik 113 juta ton.
"Kalau kita bagi dengan angka 7 (bulan Juli) berarti 423 (juta ton) dibagi 7, maka produksi kita secara bulanan adalah sekitar 60 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 8 juta ton per bulan," ujarnya dalam Ulang Tahun Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), di JIExpo Kemayoran, Kamis (10/9/2026).
Kondisi penurunan laju bulanan ini bakal mempengaruhi total estimasi pasokan batubara nasional hingga akhir tahun.
Ketika dikonfirmasi mengenai potensi total produksi tahun 2026 yang diperkirakan berada di kisaran 720-an juta ton, Tri memberikan hitungan proyeksinya, bila secara bulanan produksi mencapai 60 juta ton dan dikalikan selama 12 bulan maka menghasilkan sebesar 720 juta ton.
"Dikalikan saja ya, misalnya 60x12, ya 722-an (juta ton). Kira-kira ya forecast-nya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














