kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.856   67,00   0,40%
  • IDX 8.128   -18,39   -0,23%
  • KOMPAS100 1.145   -0,86   -0,08%
  • LQ45 833   0,00   0,00%
  • ISSI 286   -1,57   -0,55%
  • IDX30 435   1,99   0,46%
  • IDXHIDIV20 523   3,07   0,59%
  • IDX80 128   -0,02   -0,02%
  • IDXV30 142   0,73   0,51%
  • IDXQ30 141   0,75   0,54%

Stok bawang putih menipis, Kemendag didesak buka keran impor


Senin, 08 Maret 2021 / 19:10 WIB
Stok bawang putih menipis, Kemendag didesak buka keran impor
ILUSTRASI. Stok bawang putih menipis, Kemendag didesak buka keran impor


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KPPU mencatat, stok bawang putih pada awal 2021 antara 150.000 ton hingga 178.000 ton. Bila perhitungan konsumsi nasional per bulan sebesar 45.000 ton, maka konsumsi untuk Januari – Maret 2021 mencapai 135.000 ton.

“Artinya, pada awal April stok hanya berkisar sebanyak 15.000 – 43.000 ton saja atau lebih besar permintaan konsumsi dari pada stok yang ada,” tuturnya. “Kalau tak berbenah dari sekarang bakal terjadi kelangkaan bawang putih yang berakibat pada naiknya harga bawang di pasar.

Terpisah, Perkumpulan Pedagang Bawang Nusantara (PPBN) menyebut saat ini harga bawang putih di tingkat importir sudah menyentuh Rp 20.000 per kilogram, dan di pedagang pasar, harga sudah mendekati Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan HET bawang putih sudah ditetapkan di harga Rp 32.000. 

Apabila terus merangkak naik lagi, harga bawang putih akan diatas HET dalam waktu singkat.

“Kalau stok cukup harusnya harga stabil, tapi kalau ada kenaikan logikanya stok mulai berkurang,” ujar Mulyadi, wakil ketua PPBN.

Selanjutnya: Jus sayur dan buah untuk menurunkan darah tinggi yang bahannya mudah didapat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×