Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mubadala Energy dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani Heads of Agreement (HoA) kerja sama pasokan gas dari wilayah Laut Andaman.
Kesepakatan ini menjadi fondasi awal pengembangan rantai pasok gas domestik untuk mendukung kebutuhan listrik nasional, khususnya di Sumatra Utara dan Aceh.
Lewat HoA tersebut, kedua perusahaan sepakat memperkuat ketahanan energi dengan memanfaatkan gas bumi yang diproduksi dari dalam negeri. Salah satu sumber utamanya adalah Lapangan Gas Tangkulo di Blok South Andaman yang memiliki cadangan lebih dari 2 triliun kaki kubik (TCF).
Abdulla Bu Ali, President Director Mubadala Energy Indonesia menyampaikan, kesepakatan ini mencerminkan komitmen kami terhadap masa depan energi Indonesia. Dengan bekerja sama dengan PLN EPI, bertujuan untuk menghadirkan solusi energi yang andal dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan domestik serta memperkuat keamanan energi nasional.
Baca Juga: PLN EPI Ungkap Potensi Peningkatan LNG Hingga 104 Kargo di Tahun 2026
”Ini juga merupakan langkah penting dalam rencana pengembangan proyek gas Tangkulo di Blok South Andaman.” Kata Abdulla dalam keterangan resmi, Sabtu (29/11/2025).
Permintaan energi listrik Indonesia diproyeksikan tumbuh rata-rata 5,3% per tahun hingga 2034. Kondisi ini membutuhkan diversifikasi sumber energi primer dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Kolaborasi Mubadala Energy dan PLN EPI diharapkan memperkuat ekosistem pasokan gas untuk kelistrikan, sejalan dengan strategi transisi energi bersih.
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto mengatakan, pihaknya mendukung pengembangan lapangan gas baru yang dapat memperkuat portofolio pasokan gas PLN.
Baca Juga: PLN EPI Ungkap Masih Tunggu Tambahan 16 Kargo LNG Hingga Akhir Tahun 2025
“Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari pengembangan portofolio pasokan gas untuk kelistrikan dalam rangka mendukung ketahanan energi dan transisi energi di Indonesia,” tuturnya
Penandatanganan HoA turut disaksikan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. Ia memastikan pemerintah akan mempercepat proses persetujuan rencana pengembangan wilayah kerja tersebut.
Menurut Djoko, Mubadala segera mengajukan POD untuk pengembangan Lapangan Gas Tangkulo. SKK Migas berkomitmen menyelesaikan POD kurang dari satu bulan, sehingga dapat rampung pada Desember.
Penyelesaian POD ini juga memastikan RRR 2025 mencapai lebih dari 100%. HoA ini menjadi landasan awal pembahasan teknis dan komersial sebelum berlanjut ke tahap finalisasi.
Baca Juga: PLN EPI Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Rakhmad Dewanto Ditunjuk Jadi Dirut
Selanjutnya: Perluas Jaringan Bisnis di Pasar Ban Motor, Maxxis Buka Gerai Pertama di Bali Barat
Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













