kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Strategi K3 SMGR Berbuah Efisiensi dan Produktivitas, Perkuat Daya Tahan Bisnis


Minggu, 29 Maret 2026 / 22:31 WIB
Strategi K3 SMGR Berbuah Efisiensi dan Produktivitas, Perkuat Daya Tahan Bisnis
ILUSTRASI. SIG Gunakan Suku Cadang UMKM untuk Substitusi Produk Impor (SIG/dok).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG  menempatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai pilar utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Strategi ini tak hanya menekan risiko operasional, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas.

Sepanjang 2025, SMGR mencatat pencapaian zero fatality atau nihil kecelakaan kerja fatal.

Kinerja ini menjadi indikator kuat bahwa implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berjalan efektif sekaligus memperkuat stabilitas operasional perusahaan.

Baca Juga: Transformasi Digital Dongkrak Efisiensi Bisnis, Peruri Perkuat Sistem Terintegrasi

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa penerapan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) telah menjadi bagian fundamental dalam seluruh aktivitas bisnis perusahaan.

“Ini menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan dan kinerja operasional,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (29/3/2026).

Semen Indonesia mengintegrasikan budaya K3 ke dalam strategi bisnis melalui berbagai inisiatif.

Salah satunya adalah penerapan Visible Safety Leadership (VSL), di mana manajemen terlibat langsung di lapangan untuk mengidentifikasi potensi risiko dan melakukan intervensi cepat terhadap kondisi tidak aman.

Pendekatan ini kemudian ditingkatkan menjadi Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), yang tidak hanya menekankan kehadiran pimpinan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kepedulian yang dirasakan langsung oleh pekerja.

Baca Juga: Transformasi Kepri Mall, RFI Investasikan Rp 200 Miliar Bangun K SQUARE Batam

Model ini dinilai efektif memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Selain itu, Semen Indonesia juga memperkuat sistem melalui pembaruan aturan keselamatan seperti Safety Golden Rules, standarisasi pedoman SMK3, hingga penerapan Contractor Safety Management System (CSMS) bagi seluruh mitra kerja.

Digitalisasi juga dilakukan lewat aplikasi SHESIG untuk pelaporan K3 secara terintegrasi.

Berbagai program peningkatan kapasitas seperti Safety Academy dan SHE Leader’s Talk turut dijalankan untuk memastikan seluruh lini organisasi memiliki pemahaman dan kesadaran yang sama terhadap pentingnya keselamatan kerja.

Baca Juga: Tangkap Peluang Bisnis 2026, Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Kolaborasi Strategis

Menurut Vita, budaya K3 yang kuat berangkat dari kesadaran individu dan menjadi kebutuhan bersama dalam organisasi. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang mendorong produktivitas dan kinerja,” katanya.

Dengan fondasi tersebut, SIG menargetkan peningkatan safety maturity ke level yang lebih tinggi, guna memperkuat daya tahan bisnis di tengah tantangan industri sekaligus menjaga efisiensi jangka panjang.

Sebagai catatan, konsistensi SIG dalam menerapkan HSE mendapat pengakuan dalam ajang Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026, dengan meraih predikat excellent di kategori perusahaan manufaktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×