Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menatap prospek pertumbuhan positif pada tahun 2026.
Manajemen optimistis dapat mencatatkan kenaikan kinerja, didukung oleh implementasi strategi yang berkesinambungan di setiap segmen.
Head External & Stakeholders Relation Kalbe Farma, Hari Nugroho, menyatakan hingga akhir tahun 2025 perseroan tetap berupaya agar dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
"Kami optimis dapat mencapai pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun 2025 inline dengan target sebesar 6%–8%. Pertumbuhan ini didorong oleh hampir seluruh lini bisnis, yaitu obat resep, produk kesehatan, serta distribusi dan logistik,” ungkap Hari, kepada Kontan.co.id, belum lama ini.
Memasuki tahun 2026, Kalbe Farma menargetkan kinerja yang tetap bertumbuh, didukung oleh implementasi strategi yang berkesinambungan di setiap segmen, meliputi segmen obat resep, produk kesehatan, nutrisi, serta distribusi dan logistik.
Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Optimistis Prospek Bisnis 2026, Andalkan Inovasi dan Ekspansi
Di tengah berbagai tantangan eksternal, Kalbe Farma menegaskan fokus pada inovasi dan kerja sama strategis sebagai pendorong utama pertumbuhan.
Hari menilai, peluang pertumbuhan di sektor kesehatan juga masih terbuka lebar, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan kesehatan serta kesadaran terhadap gaya hidup sehat.
Dari sisi risiko, perseroan terus melakukan mitigasi terhadap volatilitas nilai tukar, mengingat sebagian besar bahan baku produk nutrisi masih menggunakan dolar AS.
“Kalbe terus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar karena sebagian besar bahan baku produk nutrisi masih menggunakan dolar AS,” ujarnya.
Sementara itu, dari aspek operasional, perseroan memastikan kapasitas produksi saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan. Inovasi produk juga tetap menjadi fokus utama, baik melalui pengembangan produk baru maupun peremajaan merek agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Siapkan Inisiatif untuk Pertumbuhan Bisnis 2026
Di sisi lain, menjelang momentum musiman seperti Ramadan, pihaknya mencatat adanya peningkatan permintaan pada sejumlah produk kesehatan, khususnya produk antasid (promag).
“Kalbe tetap akan memastikan agar produk tetap dapat tersedia dan diakses oleh masyarakat,” sebutnya.
Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), secara historikal Kalbe Farma menganggarkan capex sekitar Rp 1 triliun yang dialokasikan untuk kebutuhan pemeliharaan serta ekspansi.
Hingga kuartal III-2025, penjualan KLBF terpantau tumbuh 7,21% YoY dari Rp 24,23 triliun menjadi Rp 25,98 triliun. Sementara laba bersih berhasil naik 10,63% menjadi Rp 2,63 triliun.
Baca Juga: Pacu Bisnis Alat Kesehatan pada 2025, Kalbe Farma Optimistis Tetap Tumbuh di 2026
Selanjutnya: Trump Klaim AS Ambil Alih Sementara Venezuela Usai Penangkapan Nicolas Maduro
Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













