kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.766   26,00   0,16%
  • IDX 8.778   29,74   0,34%
  • KOMPAS100 1.209   4,20   0,35%
  • LQ45 853   0,94   0,11%
  • ISSI 317   2,56   0,82%
  • IDX30 438   -0,68   -0,16%
  • IDXHIDIV20 511   -0,45   -0,09%
  • IDX80 134   0,52   0,39%
  • IDXV30 140   0,01   0,01%
  • IDXQ30 140   -0,09   -0,07%

Strategi Kalbe Farma (KLBF) Raih Kinerja Optimal 2026


Minggu, 04 Januari 2026 / 13:57 WIB
Strategi Kalbe Farma (KLBF) Raih Kinerja Optimal 2026
ILUSTRASI. Peluncuran obat kanker paru Kalbe Farma (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menatap prospek pertumbuhan positif pada tahun 2026.

Manajemen optimistis dapat mencatatkan kenaikan kinerja, didukung oleh implementasi strategi yang berkesinambungan di setiap segmen.

Head External & Stakeholders Relation Kalbe Farma, Hari Nugroho, menyatakan hingga akhir tahun 2025 perseroan tetap berupaya agar dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

"Kami optimis dapat mencapai pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun 2025 inline dengan target sebesar 6%–8%. Pertumbuhan ini didorong oleh hampir seluruh lini bisnis, yaitu obat resep, produk kesehatan, serta distribusi dan logistik,” ungkap Hari, kepada Kontan.co.id, belum lama ini. 

Memasuki tahun 2026, Kalbe Farma menargetkan kinerja yang tetap bertumbuh, didukung oleh implementasi strategi yang berkesinambungan di setiap segmen, meliputi segmen obat resep, produk kesehatan, nutrisi, serta distribusi dan logistik. 

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Optimistis Prospek Bisnis 2026, Andalkan Inovasi dan Ekspansi

Di tengah berbagai tantangan eksternal, Kalbe Farma menegaskan fokus pada inovasi dan kerja sama strategis sebagai pendorong utama pertumbuhan. 

Hari menilai, peluang pertumbuhan di sektor kesehatan juga masih terbuka lebar, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan kesehatan serta kesadaran terhadap gaya hidup sehat.

Dari sisi risiko, perseroan terus melakukan mitigasi terhadap volatilitas nilai tukar, mengingat sebagian besar bahan baku produk nutrisi masih menggunakan dolar AS.

“Kalbe terus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar karena sebagian besar bahan baku produk nutrisi masih menggunakan dolar AS,” ujarnya. 

Sementara itu, dari aspek operasional, perseroan memastikan kapasitas produksi saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan. Inovasi produk juga tetap menjadi fokus utama, baik melalui pengembangan produk baru maupun peremajaan merek agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Siapkan Inisiatif untuk Pertumbuhan Bisnis 2026

Di sisi lain, menjelang momentum musiman seperti Ramadan, pihaknya mencatat adanya peningkatan permintaan pada sejumlah produk kesehatan, khususnya produk antasid (promag). 

“Kalbe tetap akan memastikan agar produk tetap dapat tersedia dan diakses oleh masyarakat,” sebutnya. 

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), secara historikal Kalbe Farma menganggarkan capex sekitar Rp 1 triliun yang dialokasikan untuk kebutuhan pemeliharaan serta ekspansi.

Hingga kuartal III-2025, penjualan KLBF terpantau tumbuh 7,21% YoY dari Rp 24,23 triliun menjadi Rp 25,98 triliun. Sementara laba bersih berhasil naik 10,63% menjadi Rp 2,63 triliun. 

Baca Juga: Pacu Bisnis Alat Kesehatan pada 2025, Kalbe Farma Optimistis Tetap Tumbuh di 2026

Selanjutnya: Trump Klaim AS Ambil Alih Sementara Venezuela Usai Penangkapan Nicolas Maduro

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×