kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pacu Bisnis Alat Kesehatan pada 2025, Kalbe Farma Optimistis Tetap Tumbuh di 2026


Minggu, 07 Desember 2025 / 17:07 WIB
Diperbarui Minggu, 07 Desember 2025 / 17:10 WIB
Pacu Bisnis Alat Kesehatan pada 2025, Kalbe Farma Optimistis Tetap Tumbuh di 2026
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di fasilitas produksi dan laboratorium PT Kalbe Farma (Kalbe) Tbk, Kode Saham KLBF di Jakarta, Kamis (26/9/2024). Kalbe Farma proyeksikan pertumbuhan bisnis alkes positif di 2025, dengan capex maksimal Rp1 triliun untuk produksi dalam negeri.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melihat prospek bisnis alat kesehatan (alkes) masih bertumbuh pada tahun depan.

Perseroan mencatat, pertumbuhan bisnis alkes pada 2025 tetap positif dibandingkan tahun 2024, seiring dengan berjalannya sejumlah proyek yang saat ini masuk tahap penyelesaian.

Head External & Stakeholders Relation KLBF, Hari Nugroho, menjelaskan bahwa beberapa proyek alkes masih berjalan sesuai dengan pipeline. 

Baca Juga: Kalbe Farma Pastikan Kebijakan Tarif Trump Tak Beri Dampak Signifikan

“Beberapa proyek masih on progress sesuai dengan pipeline. X Ray dan dialyzer saat ini sudah mulai produksi, sedangkan CT Scan masih dalam proses dan berkolaborasi dengan GE Healthcare,” ungkap Hari, kepada Kontan.co.id, pekan ini. 

Hari menambahkan, sektor alkes akan menjadi motor baru pertumbuhan Kalbe ke depan, terutama pada segmen bisnis distribusi dan logistik.  Beberapa produk yang ada dalam pipeline untuk dikembangkan selanjutnya antara lain  hemodialysis, USG, Endoscopy. 

 

Pengembangan alkes dalam negeri juga menjadi fokus strategis Kalbe, seiring dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) unyuk sektor kesehatan. Menurut Hari, langkah ini sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional. 

Untuk tahun depan, KLBF masih akan berfokus membangun kapabilitas produksi dalam negeri terlebih dahulu, dan akan dipasarkan di dalam negeri seiring dgn strategi untuk meningkatkan ketahanan kesehatan domestik. 

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Bidik Pertumbuhan High Single Digit pada Bisnis Alat Kesehatan

Namun demikian, pihaknya belum bisa memerinci bagaimana target kinerja dan budget capex tahun depan, khususnya untuk sektor alkes. Saat ini perseroan masih melakukan proses penyusunan rencana kerja dan belanja modal tahun depan. 

Ia menegaskan bahwa secara historis, anggaran capex Kalbe dipatok maksimal Rp 1 triliun setiap tahunnya. Meski demikian, perseroan tetap akan menjaga ruang investasi untuk memperkuat bisnis jangka panjang. 

“Secara historis, capex dianggarkan maksimal sebesar Rp 1 triliun. Kalbe tetap akan berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang dan ketahanan kesehatan nasional melalui inovasi dan kolaborasi,” tutup Hari. 

Selanjutnya: Rekor Lelang Fabergé, Winter Egg Terjual Rp 516,39 Miliar

Menarik Dibaca: Kehabisan Gaji Pasca PHK? Ini Solusi Finansial tanpa Stres dan Tetap Stabil

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×