kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.998   35,00   0,19%
  • IDX 5.761   65,50   1,15%
  • KOMPAS100 747   12,04   1,64%
  • LQ45 566   8,94   1,61%
  • ISSI 200   1,69   0,85%
  • IDX30 321   4,94   1,56%
  • IDXHIDIV20 394   5,63   1,45%
  • IDX80 85   1,32   1,58%
  • IDXV30 107   1,08   1,02%
  • IDXQ30 103   1,41   1,39%

Strategi Sinar Mas Agro (SMAR) mengekspor produk CPO


Rabu, 06 Januari 2021 / 12:04 WIB
ILUSTRASI. Sinar Mas Agro meyakini tren kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO) akan berdampak positif terhadap kelangsungan bisnisnya.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) meyakini tren kenaikan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) akan berdampak positif terhadap kelangsungan bisnisnya.

SMAR juga memiliki strategi tersendiri untuk mengekspor produk CPO di tengah tren kenaikan harga komoditas tersebut.

Kendati tidak disebut secara rinci, Investor Relations SMAR Pinta S. Chandra mengatakan, kenaikan harga CPO sudah memberi dampak positif berupa peningkatan nilai penjualan SMAR secara keseluruhan per kuartal III-2020.

Padahal, dari sisi volume, penjualan CPO SMAR sebenarnya menurun seiring turunnya produksi komoditas tersebut.

Baca Juga: Musim Mas raih 8 penghargaan proper hijau pada 2020

Pinta juga menyebut, porsi penjualan ekspor SMAR sedikit mengalami penurunan karena pasokan yang terbatas. “Ini karena produksi CPO pada periode berjalan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebagai dampak dari kekeringan yang terjadi pada pertengahan tahun 2019,” ujar dia, Selasa (5/1).

SMAR sendiri mengekspor produk CPO berbagai negara, terutama India dan China. Perusahaan ini optimistis permintaan ekspor CPO secara jangka panjang akan tetap baik. Hal ini didukung oleh fundamental yang kuat serta pemakaian CPO yang tinggi dan harga yang kompetitif dibandingkan minyak nabati lainnya.

Lebih lanjut, Pinta menjelaskan, SMAR telah mengirim produk-produknya, baik CPO maupun produk rafinasi ke lebih dari 70 negara dengan fokus utama di pasar negara berkembang.

Baca Juga: Begini kata emiten sawit terkait penyesuaian tarif pungutan ekspor




TERBARU

[X]
×