CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Studi Oxford Economics Ungkap Dampak Ekonomi McDonald’s Indonesia, Apa Saja?


Selasa, 03 Maret 2026 / 17:16 WIB
Studi Oxford Economics Ungkap Dampak Ekonomi McDonald’s Indonesia, Apa Saja?
ILUSTRASI. McDonalds buka cabang baru (Dok/McDonalds)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika ekonomi nasional, keberadaan jaringan ritel berskala besar kian berdampak berlapis. Dampak itu berasal dari tenaga kerja, rantai pasok domestik, hingga kontribusi sosial di tingkat komunitas.

Nah, dalam sebuah studi independen Oxford Economics menganlisa operasional McDonald’s Indonesia milik PT Rekso Nasional Food. Hasil studi menunjukkan, sepanjang April 2024 hingga Maret 2025, untuk setiap 100 karyawan yang dipekerjakan secara langsung oleh McDonald’s Indonesia, mendukung 330 lapangan pekerjaan tambahan dari berbagai sektor ekonomi lokal. Mulai pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung.

Selain efek berantai (ripple effect) McDonald’s terhadap pasar tenaga kerja, studi ini juga menyoroti adanya efek pengganda (multiplier effect) terhadap produk domestik bruto (PDB) signifikan. Setiap Rp 1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan oleh McDonald’s Indonesia mendorong tambahan Rp 4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor-sektor lain.

“Hasil riset kami melihat kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia. Ini mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” ujar Stephen Foreman, Associate Director Oxford Economics, dalam rilis, Senin (2/3). 

Baca Juga: Hadapi Tantangan Operasional, Hippindo Ungkap Strategi Baru Restoran Cepat Saji

"Ke depan, kami ingin memastikan setiap langkah bisnis yang kami ambil terus menciptakan multiplier effect yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah maupun nasional,” jelas Michael Hartono, Direktur Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight, McDonald’s Indonesia. Saat ini, McDonald’s Indonesia mengoperasikan lebih dari 300 restoran di 94 kota. 

Studi mencatat sebesar Rp 3,8 triliun atau setara 86% dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal. Mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur. Sekitar 76% bahan baku restoran bersumber dari dalam negeri. Termasuk bahan utama seperti ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang kini sepenuhnya diproduksi oleh pelaku usaha lokal.

 Dari usaha skala kecil di Bali, kami dapat memperluas cakupan operasional yang melibatkan ratusan petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, serta dipercaya memasok lebih dari 50% restoran McDonald’s di Indonesia,” jelas Made Gunada, salah satu mitra pemasok lokal McDonald’s Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×