kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.948   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.029   144,62   2,46%
  • KOMPAS100 784   20,62   2,70%
  • LQ45 593   14,52   2,51%
  • ISSI 209   5,56   2,73%
  • IDX30 336   8,52   2,60%
  • IDXHIDIV20 411   9,14   2,27%
  • IDX80 89   2,26   2,61%
  • IDXV30 112   2,78   2,55%
  • IDXQ30 108   2,74   2,62%

Sudah kantongi izin, Bulog perkirakan gula impor mulai masuk akhir April 2020


Selasa, 14 April 2020 / 13:04 WIB
ILUSTRASI. Petugas BULOG melayani pembeli di stan Pameran Agrofood Expo 2019, Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (28/6). Melalui brand “KITA”, BULOG mengenalkan beragam produk makanan sehat (healthy food) dengan berbagai produk unggulan mulai dari beras, gula, m


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Apalagi dia mengatakan impor gula kristal putih tak hanya diberikan kepada Bulog tetapi juga RNI dan PPI dengan masing-masing kuota izin impor sebesar 50.000 ton, ada juga impor gula mentah yang dilakukan industri.

Dia mengatakan, impor dari Bulog, RNI dan PPI bisa mengisi kekosongan gula di pasar hingga Juni.

Baca Juga: Perum Bulog targetkan penyerapan beras tahun 2020 sebesar 1,4 juta ton

"Kan di Mei di dalam negeri sudah ada yang mulai giling, asumsinya prosesnya sampai Juni, sehingga Juli dan seterusnya sudah diisi ke pasar. Jadi impor juga jangan sampai merusak harga dalam negeri," kata Awaluddin.

Sementara itu, adanya perizinan impor GKP untuk Bulog, RNI dan PPI pun dibenarkan oleh Deputi Bidang Kordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Muzdalifah Machmud.

Dia mengatakan total kuota impor gula kristal putih yang diberikan kepada ketiga perusahaan tersebut sebesar 150.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×