kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Sudirman: Tidak ada tawar-menawar bagi Freeport


Rabu, 19 November 2014 / 14:27 WIB
Sudirman: Tidak ada tawar-menawar bagi Freeport
ILUSTRASI. Ilustrasi Start Up. KONTAN/Muradi/2016/07/12


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyatakan akan tetap memperjuangkan kepentingan negara dalam bernegoriasi dengan PT Freeport Indonesia. Sudirman pun mengungkapkan ada tiga hal yang tak bisa ditawar lagi. Salah satunya adalah pembangunan smelter.

"Untuk Freeport, yang tidak boleh ditawar lagi adalah smelter dan local content harus dibangun. Jadi manfaat ke dalam negeri harus ada," kata Sudirman, Rabu (19/11).

Selain itu, Sudirman mengatakan pemerintah juga sudah memberikan pekerjaan rumah Freeport yang hingga kini belum dituntaskan terkait dengan keselamatan kerja. "Freeport harus kerja keras untuk membereskan safety dalam hal keselamatan kerja karena sudah banyak peristiwa ini," ucap dia.

Pemerintah hingga saat ini belum memutuskan akan memperpanjang kontrak karya Freeport atau tidak. Kontrak karya Freeport seharusnya selesai pada tahun 2021. Untuk memperpanjang kontrak, harus dilakukan dua tahun sebelum kontrak berakhir, yakni tahun 2019.

Namun, pemerintah sempat mempersiapkan memorandum of understanding (MoU) terlebih dulu pada masa pemerintahan Presiden SBY. Tetapi, akhirnya belum diteken.

Freeport menyepakati poin lain dalam kontrak, misalnya pembangunan smelter mineral emas di Gresik, Jawa Timur; menaikkan royalti dari sebelumnya 1% menjadi 3,75%; melakukan divestasi saham sebesar 30% kepada Pemerintah Indonesia, serta penggunaan tenaga kerja lokal dan produk dalam negeri hingga 100%. (Sabrina Asril)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×