kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Sukses ekspor ke AS, Kedaung intip pasar Rusia


Jumat, 08 Juni 2012 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Tak lama lagi, pendaftaran dan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 bakal segera dibuka. Surya/Ahmad Zaimul Haq


Reporter: Albertus M. Prestianta | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Kedaung Indah Can Tbk akan tingkatkan penetrasi penjualan ekspor. Rencananya perusahaan yang bergerak di bidang usaha penjualan enamel dan kaleng ini akan masuk ke pasar Rusia.

"Perusahaan berupaya mencari negara tujuan baru dan kami melihat Rusia ada potensi yang menarik," ujar Hadi Muliyono, Direktur PT Kedaung Indah Can Tbk saat paparan publik di Jakarta hari ini (8/6).

Menurutnya, perusahaan saat ini tengah melakukan penggodokan agar target ekspor ke Rusian bisa dilakukan sebelum akhir tahun ini.

Saat ini, sekitar 40% total penjualan enamel PT Kedaung Indah Can Tbk ditujukan untuk pasar ekspor, dan sisanya lokal. Hadi bilang, saat ini ekspor perusahaannya sudah bisa dilakukan ke Amerika Serikat (AS) dan India. "70% ekspor untuk dua negara itu," katanya.

Langkah perseroan menyasar negara baru merupakan strategi untuk meningkatkan penjualan.
Sekedar informasi, enamel merupakan bahan yang terbuat dari paduan kaca dengan lepengan besi baja. Perusahaan menggunakan enamel sebagai pelapis teko, topless dan barang perabot rumah tangga lainnya.

Selain menambah penetrasi ekspor, perseroan juga melakukan pengembangan produk baru yang disesuaikan dengan selera atau tren pasar saat ini. Hadi mengatakan, pihaknya akan mencari pasar baru untuk penjualan produk kaleng.

"Kami coba untuk memperbesar penjualan kaleng kemasan untuk biskuit dan obat-obatan," tukasnya. Hadi menilai permintaan untuk produk kemasan biskuit dan obat-obatan terus mengalami peningkatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×