Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ini menjadi emiten pertama yang melantai di bursa pada tahun 2022.
Saat ini, Adaro Minerals merupakan produsen batubara kokas keras premium atau premium hard coking coal pertama dan satu-satunya di Indonesia.
ADMR bergerak di bidang usaha pertambangan batubara metalurgi melalui perusahaan anak. Dari lima perusahaan anak ADMR, masing-masing mempunyai konsesi tambang berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Dalam delapan bulan pertama 2021, penjualan batubara Adaro Minerals mencapai 1,4 juta ton. ADMR memiliki basis cadangan dan sumber daya batubara yang cukup besar, yakni mencapai 170,7 juta ton cadangan dan 980 juta ton sumber daya, yang membuka lebar peluang pertumbuhan bagi ADRO.
Sejauh ini, ADMR melalui anak perusahaan telah mengoperasikan dua konsesi PKP2B, yaitu melalui PT Lahai Coal (LC) dan PT Maruwai Coal (MC).
Baca Juga: Resmi Melantai, Saham Adaro Mineral (ADMR) Melesat 35% dan Mentok ARA
Maruwai Coal merupakan satu-satunya konsesi yang menjalankan aktivitas produksi dan memproduksi batubara kokas keras dari tambang Lampunut. Sedangkan Lahai Coal, sedang melakukan optimalisasi tambang.
Presiden Direktur Adaro Minerals Iwan Dewono Budiyuwono mengatakan, kehadiran ADMR dapat memenuhi kebutuhan akan bahan baku pembuatan baja di dalam negeri dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ke depan, ADMR akan terus mengembangkan pasarnya ke negara-negara penghasil baja di wilayah Asia. Sebagai perusahaan yang berada dalam naungan ADRO, kegiatan operasi ADMR akan memanfaatkan rantai pasok terintegrasi ADRO yang kokoh.
Produk batubara kokas keras ADMR memiliki kadar abu dan fosfor yang sangat rendah serta kadar vitrinite yang tinggi. Ini menjadikan batubara produksi ADMR sangat dihargai serta dicari oleh produsen baja terintegrasi.
Selain kualitas batubara Adaro Minerals yang premium, biaya penambangan ADMR termasuk yang paling rendah.
“Melalui initial public offering (IPO) ini, ADMR berharap untuk dapat terus meningkatkan kinerja operasional dan kinerja lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan atau ESG,” terang Iwan.
Presiden Komisaris Adaro Mineral Garibaldi Thohir mengatakan, ADMR merupakan salah satu motor pertumbuhan masa depan ADRO seiring dengan tujuan Adaro untuk memiliki model bisnis yang berkelanjutan bagi Grup Adaro.
ADMR telah mengembangkan aset kelas dunia dalam beberapa tahun belakangan untuk membuka potensi salah satu deposit batu bara metalurgi yang terbesar di dunia.
“Kami mendukung sepenuhnya IPO ini dan berharap agar kontribusi ADMR terhadap ADRO dapat terus tumbuh. Karena kami optimis akan prospeknya di masa depan,” pungkas Garibaldi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













