kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) bangun PLTS 10,5 MW di Kebun Sawit Sumsel


Sabtu, 29 Februari 2020 / 19:21 WIB
Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) bangun PLTS 10,5 MW di Kebun Sawit Sumsel
ILUSTRASI. Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) bangun PLTS 10,5 MW di Kebun Sawit Sumsel. FOTO/Kornelis Kaha/hp.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) bersiap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Musi Green Hybrid berkapasitas 10,5 Megawatt (MW).

Pembangunan PLTS ini merupakan kerja sama dengan PT Golden Blossom Sumatra, perusahaan perkebunan sawit di Sumatera Selatan (Sumsel).

SESM dan Golden Blossom Sumatra telah menandatangani kontrak pada Kamis (27/2). Berdasarkan kontrak tersebut, Sumber Energi akan membangun PLTS Musi Green Hybrid 10,5 MW dan mengoperasikannya selama 20 tahun.

Baca Juga: Kemenperin beri penghargaan industri hijau kepada Bogasari

Direktur Utama SESM Zulfian Mirza mengatakan, proses instalasi PLTS ini akan dimulai pada bulan Juli dan membutuhkan waktu delapan bulan hingga bisa beroperasi. "Kami akan mulai proses instalasi yang membutuhkan waktu sekitar delapan bulan sebelum commissioning," ungkapnya.

Dalam kerja sama ini, Golden Blossom hanya akan membayar biaya produksi listrik yang digunakan. Sementara biaya investasi pembangunan PLTS ditanggung sepenuhnya oleh SESM.

Adapun, untuk biaya investasi PLTS ini SESM menganggarkan dana sekitar US$ 18 juta - US$ 20 juta. "Untuk sumber dananya, 30% ekuiti dan 70% dari pinjaman," sebut Zulfian.

Zulfian mengklaim, ada sejumlah keuntungan yang diperoleh pelaku industri yang mengaplikasikan PLTS. Pertama, katanya, model ini menawarkan biaya yang lebih efisien dibanding menggunakan bahan bakar diesel, PLTS ini juga disebut turut mengurangi emisi karbon dioksida.

Zulfian menyebut, PLTS Musi Green Hybrid 10,5 MW ini dapat mengurangi hingga 0,9 ton polutan untuk setiap 1 MW listrik yang dihasilkan pembangkit. Dengan demikian dari PLTS ini dapat mengurangi hingga 10 ton karbon dioksida.

Selain itu, Keuntungan bagi pelaku industri perkebunan seperti sawit menurutnya akan meningkatkan kandungan green product karena menggunakan energi non-fosil.

Lebih lanjut, Direktur SESM Muhammad Hamza mengungkapkan, PLTS ini merupakan pembangkit listrik offgrid, yang akan menyediakan pasokan listrik untuk operasional pabrik pengolahan milik Golden Blossom selama 5 jam per hari.

Baca Juga: Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) ekspansi ke bisnis energi terbarukan

Jika dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga diesel, kata Hamza, PLTS ini bisa lebih menghemat biaya bahan bakar sekitar 11%.

"Listrik yang dihasilkan dipakai sebagai baseload pada siang hari dan dapat disimpan di sistem penyimpanan untuk dipakai di malam hari. PLTS juga memberi keuntungan bagi pelaku industri yang memiliki keterbatasan akses pada pasokan bahan bakar diesel," terangnya.

Menurut Zulfian, kapasitas PLTS yang bekerjasama dengan Golden Blossom ini akan bertambah secara bertahap hingga mencapai 20 MW. "Setelah ini (PLTS Musi Green Hybrid 10,5 MW) selesai, nanti kita sambung lagi, sehingga total kapasitas akan menjadi 20 MW," tandasnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×