kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Sumber Sinergi (IOTF) Bidik Kinerja Tumbuh 30%, Pakai AI untuk Dongkrak Produktivitas


Senin, 05 Januari 2026 / 07:44 WIB
Sumber Sinergi (IOTF) Bidik Kinerja Tumbuh 30%, Pakai AI untuk Dongkrak Produktivitas
ILUSTRASI. Fox Logger, layanan GPS tracking PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF). (Dok/IOTF)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) mengejar pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30% pada tahun 2026. Implementasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi strategi utama IOTF untuk mendongkrak produktivitas dan efisiensi.

Direktur Utama T Sumber Sinergi Makmur Tbk, Alamsyah menyatakan IOTF masih fokus memperkuat bisnis penyediaan layanan GPS Tracker berbasis Internet of Things (IoT). Melalui produk dan platform merek Fox Logger, IOTF menyediakan perangkat GPS Tracker serta Software as a Service (SaaS) untuk pemantauan armada kendaraan atau aset bernilai secara realtime.

Alamsyah mengungkapkan implementasi AI akan menjadi strategi andalan IOTF untuk menambah jumlah pelanggan sembari memacu efisiensi operasional. "Kami masih fokus di GPS Tracker, dengan menjaga angka berlangganan tetap tinggi dan efisiensi operasional. Kami juga menjaga efisiensi melalui AI," kata Alamsyah saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (4/1/2025).

Baca Juga: Asosiasi: BPKH–Kemenhaj Ingkar Janji, Dana Jemaah Haji Khusus Masih Ditahan

Alamsyah menjelaskan, implementasi AI membantu berbagai aktivitas operasional yang repetitif, sekaligus memungkinkan proses kerja menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis data real-time. Dengan begitu, tim internal dapat lebih fokus pada aktivitas strategis dan pengembangan bisnis. 

Implementasi AI bisa meningkatkan efisiensi operasional dengan penggunaan sumber daya manusia yang lebih optimal. Alamsyah menggambarkan, saat ini IOTF memiliki pendapatan per karyawan (revenue per head count) sekitar Rp 2 miliar. 

Dengan optimalisasi penggunaan AI di seluruh lini operasional, IOTF menargetkan peningkatan produktivitas sekitar 50%. Dengan estimasi tersebut, sasaran revenue per head count bisa naik menjadi sekitar Rp 3 miliar pada tahun 2026.

Penerapan AI terintegrasi dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dikembangkan secara in-house oleh tim internal IOTF dengan merek Fox Ledger. Menurut Alamsyah, pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam pengembangan sistem, kecepatan adaptasi terhadap kebutuhan bisnis, serta kontrol yang lebih baik pada keamanan dan tata kelola data.

“Kami ingin membantu pelanggan menyederhanakan proses bisnis mereka, sebagaimana kami juga menerapkannya di dalam perusahaan sendiri,” ungkap Alamsyah.

Dia menegaskan, IOTF berkomitmen terhadap kualitas dan keberlangsungan bisnis. Antara lain melalui kepemilikan empat sertifikasi internasional, yakni: ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, ISO 20000-1:2018, dan ISO 22301:2019.

Baca Juga: Penambang Harap Persetujuan RKAB 2026 Dipercepat agar Operasi Tambang Terjaga

Selain memacu implementasi AI, IOTF juga melirik potensi pertumbuhan permintaan dashboard camera (dash cam) untuk mengerek pendapatan tahun ini. "Pemasaran dash cam meningkat, revenue lebih besar," ujar Alamsyah.

Alamsyah pun berharap pasar otomotif akan kembali melaju, sehingga penjualan mobil bisa tumbuh lagi pada tahun ini. Pertumbuhan pasar otomotif akan berdampak positif bagi prospek bisnis IOTF.

Kinerja IOTF pada 2025

Menilik kinerja tahun lalu, penjualan IOTF turun tipis 1,11% year on year (yoy) dari Rp 45,81 miliar menjadi Rp 45,30 miliar sampai dengan kuartal III-2025. Meski begitu, IOTF memacu efisiensi operasional dengan memangkas beban pokok penjualan sebanyak 9,63% (yoy) menjadi Rp 26,93 miliar.

Hasil tersebut membuat laba kotor IOTF masih mampu tumbuh sebesar 14,75% (yoy) menjadi Rp 18,36 miliar. Secara bottom line, laba bersih IOTF pun menanjak 55,23% (yoy) dari Rp 402,09 juta menjadi Rp 624,19 juta hingga September 2025.

Alamsyah mengungkapkan bahwa penjualan IOTF membaik pada periode akhir tahun. Dengan perbaikan bisnis pada kuartal IV-2025, Alamsyah optimistis IOTF bisa membukukan penjualan yang lebih baik dibandingkan tahun 2024.

"Ada sedikit kenaikan dibanding 2024 dari sisi pendapatan. Sedangkan laba bersih masih dalam proses penghitungan. Laba bersih naik karena keberhasilan Perseroan menerapkan AI yang meningkatkan efisiensi sehingga dapat menurunkan biaya operasional," tutup Alamsyah.

Selanjutnya: Daftar Kode Redeem Fish It Januari 2026: Raih Rod Skin & Luck Potion Gratis

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Journaling yang Bagus Buat Kesehatan Mental, Biasakan di Tahun 2026 Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×