kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.761   21,00   0,13%
  • IDX 8.792   44,33   0,51%
  • KOMPAS100 1.212   6,82   0,57%
  • LQ45 854   2,31   0,27%
  • ISSI 318   3,40   1,08%
  • IDX30 438   -0,52   -0,12%
  • IDXHIDIV20 512   0,53   0,10%
  • IDX80 135   0,81   0,60%
  • IDXV30 140   0,26   0,18%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Sumber Sinergi Makmur (IOTF) Andalkan AI untuk Dongkrak Kinerja


Minggu, 04 Januari 2026 / 19:26 WIB
Sumber Sinergi Makmur (IOTF) Andalkan AI untuk Dongkrak Kinerja
ILUSTRASI. GPS Tracker Fox Logger 2.0 (Dok/Sumber SInergi Makmur)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) mengejar pertumbuhan kinerja dengan level dobel digit pada tahun ini. IOTF menargetkan kenaikan pendapatan dan laba bersih sekitar 30% dibandingkan capaian tahun 2025.

Direktur Utama Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah menyampaikan pada tahun ini IOTF masih fokus memperkuat bisnis penyediaan layanan GPS Tracker berbasis Internet of Things (IoT). Melalui produk dan platform merek Fox Logger, IOTF menyediakan perangkat GPS Tracker serta Software as a Service (SaaS) untuk pemantauan armada kendaraan atau aset bernilai secara realtime.

Alamsyah mengungkapkan bahwa IOTF telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak kinerja, termasuk untuk menambah jumlah pelanggan sembari memacu efisiensi operasional. Strategi utama IOTF adalah implementasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"Kami masih fokus di GPS Tracker, dengan menjaga angka berlangganan tetap tinggi dan efisiensi operasional. Kami juga menjaga efisiensi melalui AI," kata Alamsyah saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (4/1/2025).

Baca Juga: Kedaulatan Kecerdasan Buatan (AI) Bergantung pada Infrastruktur dan Pengelolaan Data

Menurut Alamsyah, implementasi AI membantu berbagai aktivitas operasional yang repetitif, sekaligus memungkinkan proses kerja menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis data real-time. Dengan begitu, tim internal dapat lebih fokus pada aktivitas strategis dan pengembangan bisnis. 

Implementasi AI bisa meningkatkan efisiensi operasional dengan penggunaan sumber daya manusia yang lebih optimal. Alamsyah menggambarkan, saat ini IOTF memiliki pendapatan per karyawan (revenue per head count) sekitar Rp 2 miliar. 

Dengan optimalisasi penggunaan AI di seluruh lini operasional, IOTF menargetkan peningkatan produktivitas sekitar 50%. Dengan estimasi tersebut, sasaran revenue per head count bisa naik menjadi sekitar Rp 3 miliar pada tahun 2026.

Alamsyah menjelaskan, penerapan AI terintegrasi dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang dikembangkan secara in-house oleh tim internal IOTF dengan merek Fox Ledger. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam pengembangan sistem, kecepatan adaptasi terhadap kebutuhan bisnis, serta kontrol yang lebih baik pada keamanan dan tata kelola data.

Baca Juga: Dunia Usaha Mulai Implementasi Teknologi Agen Kecerdasan Buatan Berbahasa Indonesia

“Kami ingin membantu pelanggan menyederhanakan proses bisnis mereka, sebagaimana kami juga menerapkannya di dalam perusahaan sendiri,” ungkap Alamsyah.

Alamsyah menegaskan, IOTF berkomitmen terhadap kualitas dan keberlangsungan bisnis. Antara lain melalui kepemilikan empat sertifikasi internasional, yakni: ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, ISO 20000-1:2018, dan ISO 22301:2019.

Di sisi yang lain, Alamsyah juga berharap pasar otomotif akan kembali melaju, sehingga penjualan mobil bisa tumbuh lagi pada tahun ini. Pertumbuhan pasar otomotif akan berdampak positif bagi prospek bisnis IOTF.

Secara kinerja, penjualan IOTF turun tipis 1,11% year on year (yoy) dari Rp 45,81 miliar menjadi Rp 45,30 miliar sampai dengan kuartal III-2025. Meski begitu, IOTF memacu efisiensi operasional dengan memangkas beban pokok penjualan sebanyak 9,63% (yoy) menjadi Rp 26,93 miliar.

Hasil tersebut membuat laba kotor IOTF masih mampu tumbuh sebesar 14,75% (yoy) menjadi Rp 18,36 miliar. Secara bottom line, laba bersih IOTF pun menanjak 55,23% (yoy) dari Rp 402,09 juta menjadi Rp 624,19 juta hingga September 2025.

Baca Juga: Tantangan Bisnis Digital di Tengah Percepatan Adopsi AI dan Keamanan Siber

Selanjutnya: AS Serang Venezuela, Apa Dampaknya terhadap Harga Minyak Dunia?

Menarik Dibaca: Sulit Fokus Bisa Jadi Anda Terkena Popcorn Brain

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×