kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Mitratel (MTEL) Optimistis Prospek Bisnis Telekomunikasi Cerah hingga Akhir 2026


Senin, 13 Juli 2026 / 20:41 WIB
Mitratel (MTEL) Optimistis Prospek Bisnis Telekomunikasi Cerah hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel tetap optimistis terhadap prospek industri telekomunikasi hingga akhir 2026.(KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel tetap optimistis terhadap prospek industri telekomunikasi hingga akhir 2026.

Manajemen menilai kinerja perusahaan hingga semester pertama tahun ini masih on track dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Optimisme tersebut didukung oleh  fundamental bisnis Mitratel yang tetap kuat.

Direktur Investasi  Dayamitra Telekomunikasi Noorhayati Candrasuc mengatakan, kinerja Mitratel  didukung oleh pendapatan yang bersifat recurring, peningkatan produktivitas aset melalui kenaikan tenancy ratio, serta pertumbuhan bisnis fiber dan beyond tower yang semakin memperkuat diversifikasi sumber pendapatan.

Baca Juga: Danantara Tetapkan 8 Mitra PSEL Tahap Kedua, Ini Daftarnya

“Dengan fondasi tersebut, kami optimistis target operasional dan keuangan tahun 2026 dapat dicapai,” ungkap Noorhayati, kepada Kontan.co.id, Senin (13/7/2026). 

Menurut dia, fokus operator telekomunikasi saat ini mulai bergeser dari kepemilikan aset menuju optimalisasi kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan. Pergeseran tersebut semakin meningkatkan kebutuhan terhadap penyedia infrastruktur bersama yang independen, efisien, serta memiliki cakupan nasional.

Sebagai TowerCo terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, MTEL menilai memiliki posisi yang kuat untuk menangkap peluang tersebut. Perusahaan saat ini memiliki portofolio lebih dari 40.000 menara, jaringan fiber yang terus berkembang, serta cakupan operasional di seluruh Indonesia.

Dia menambahkan, strategi pertumbuhan perusahaan juga tidak lagi hanya berfokus pada penambahan jumlah menara.

Baca Juga: Laba Pupuk Indonesia Melonjak 253% di Semester I-2026

Manajemen kini mengedepankan optimalisasi produktivitas aset melalui peningkatan kolokasi (tenancy), perluasan layanan Fiber-to-the-Tower (FTTT), optimalisasi utilisasi aset eksisting, serta pengembangan berbagai layanan bernilai tambah untuk meningkatkan Average Revenue per Tower (ARPT).

Selain itu, MTEL juga tengah mempercepat transformasi menjadi Next-Generation TowerCo. Salah satu inisiatif yang disiapkan adalah pengembangan layanan Power-as-a-Service (PaaS), yakni solusi energi terintegrasi dan berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan daya perangkat aktif operator.

"PaaS tidak hanya membantu pelanggan meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan jaringan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru dengan karakteristik yang berulang (recurring), memperkuat monetisasi aset, serta mendukung transisi menuju infrastruktur yang lebih ramah lingkungan," jelas Noorhayati.

Memasuki semester II-2026, Mitratel melihat peluang pertumbuhan masih terbuka lebar. Perusahaan memperkirakan kebutuhan operator terhadap model shared infrastructure akan terus meningkat seiring fokus industri pada efisiensi investasi dan optimalisasi belanja modal.

Dengan kondisi tersebut, model bisnis TowerCo dinilai semakin relevan karena mampu menyediakan solusi ekspansi jaringan yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan dibandingkan pembangunan infrastruktur secara mandiri.

“Dengan portofolio menara berskala nasional, jaringan fiber yang terus berkembang, serta kapabilitas layanan terintegrasi, kami siap mendukung kebutuhan operator melalui solusi Tower, Fiber Connectivity, dan Sustainable Energy Solutions dalam satu ekosistem,” tambahnya.

MTEL meraup pendapatan sebesar Rp 2,29 triliun per kuartal I-2026. Ini tumbuh 1,39% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 2,26 triliun.

Rinciannya, pendapatan dari sewa menara telekomunikasi berkontribusi sebesar Rp 2,11 triliun yang tumbuh 0,44% YoY dan jasa konstruksi Rp 164,90 miliar yang melonjak 12,69% YoY. 

Dari bottom line, laba tahun berjalan MTEL mencapai Rp 545,05 miliar di kuartal I-2026. Ini tumbuh 3,56% YoY dari Rp 526,313 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×