kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Suplai bijih nikel berlebih, Kementerian ESDM yakin serapan bakal seimbang pada 2022


Senin, 20 Juli 2020 / 19:15 WIB
Suplai bijih nikel berlebih, Kementerian ESDM yakin serapan bakal seimbang pada 2022
ILUSTRASI. Produksi atau pasokan bijih nikel dalam negeri masih jauh lebih tinggi dibanding kapasitas input pabrik pengolahan.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

Merujuk data dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM, realisasi produksi bijih nikel tahun lalu tercatat sebanyak 60,95 juta ton, meroket dari realisasi tahun 2018 yang hanya sebesar 22,14 juta ton. Ekspor bijih nikel pada tahun lalu juga tercatat naik menjadi 30,19 ton dibanding tahun 2018 yang sebanyak 20,07 juta ton.

Menurut Bambang Gatot Ariono, Dirjen Minerba Kementerian ESDM saat itu, kenaikan produksi dan ekspor bijih nikel di tahun lalu hanya situasional sebagai efek psikologis atas percepatan larangan ekspor bijih nikel kadar rendah. Sementara untuk tahun ini, Bambang memprediksi produksi bijih nikel akan kembali berkisar di angka 30-an juta ton.

"Kenaikan di 2019 itu memang situasional, psikologis karena pemerintah menerapkan larangan ekspor. Perhitungan saya (produksi bijih nikel) untuk memasok kebutuhan di dalam negeri sekitar 30-an juta ton," kata Gatot dalam konferensi pers, 12 Maret 2020 lalu.

Baca Juga: Meleset, Kementerian ESDM hanya targetkan 2 smelter baru yang beroperasi tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×