kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS876.000 -1,35%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Tahun ini Tango kejar pasar 60%


Kamis, 29 Maret 2012 / 06:45 WIB

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Orang Tua Group melalui anak usahanya PT Ultra Prima Abadi berharap mampu melahap pasar makanan dan minuman lebih besar lagi. Untuk itu, produsen makanan ringan ini menargetkan peningkatan pangsa pasar produk wafer hingga mencapai 60% pada tahun ini.

Masih mengandalkan merek Tango sebagai ujung tombak, Ultra Prima mengaku dalam waktu dekat akan meluncurkan produk wafer premium untuk menggenjot penjualan. Charles Klamodarso, Managing Director Ultra Prima mengatakan, wafer premium Tango merupakan produk baru sebab sampai saat ini belum ada produsen makanan dalam negeri yang menggarap segmen ini.

Menurut Charles, wafer premium di Indonesia masih merupakan produk impor. Sehingga dia yakin produk barunya ini akan memiliki peluang besar di pasar domestik. Dia juga yakin, dengan wafer premium itu maka penguasaan pasar wafer Tango yang tahun lalu mencapai 50% bakal meningkat menjadi 60%.

Charles juga yakin, kenaikan harga BBM subsidi hanya akan berpengaruh sebentar. Sebab, lambat laun penjualan Tango akan kembali stabil, terutama menjelang Lebaran yang biasanya naik 40%.

Sumbangan lebih besar

Dengan pasar yang kian tambun, perusahaan ini mentargetkan kontribusi pendapatan dari penjualan Tango lebih besar. Saat ini, penjualan Tango menyumbang pemasukan ke Orang Tua sebesar 20%. "Targetnya, kontribusi Tango mencapai 30% tahun ini," katanya, Rabu (28/3) tanpa menyebut angka pastinya.

Selain menambah kontribusi pendapatan, produksi wafer premium Tango juga akan menaikan kapasitas produksi sebesar 30%.

Saat ini Ultra Prima memiliki dua unit pabrik di Jakarta dan Karawang. Dengan penambahan kapasitas itu, Ultra Prima berencana menambah pabrik baru. "Yang pasti di luar Jakarta dan Karawang," kata Charles.

Sayang Charles masih belum mau membocorkan investasi maupun nilai penjualan Tango. Namun kata dia, penjualan Tango terus mencatatkan pertumbuhan positif rata-rata 20% tiap tahun. Pasar Pulau Jawa masih memegang penjualan tertinggi hingga 50% dari total penjualan Tango.

Yuna Eka Kristina, PR Manager Orang Tua Group mengatakan, penjualan produk Orang Tua sangat terbantu program promosi berhadiah. Promosi berhadiah ini sangat disukai oleh konsumen Indonesia.

Dia mencontohkan, program Tango Collect & Win yang diadakan sejak Oktober tahun lalu hingga Maret ini telah berhasil mencatatkan peningkatan penjualan hingga 15% di banding periode yang sama tahun lalu. "Buktinya penjualan year on year Tango meningkat 15%," katanya.

Namun tidak semua produk Orang Tua bisa melakukan promo macam itu. Apalagi biaya promosi tiap merek mencapai 10% total omzet. Untuk merek dengan penjualan minim, program promo berhadiah tidak dilakukan.








DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×