kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Tak Sekadar Ekstraksi, Inilah Babak Baru Peta Jalan Industri Pertambangan Indonesia


Minggu, 30 Agustus 2026 / 16:18 WIB
Tak Sekadar Ekstraksi, Inilah Babak Baru Peta Jalan Industri Pertambangan Indonesia
ILUSTRASI. MIND ID (Dok/MIND ID)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia memiliki kekayaan mineral dan batu bara yang besar dan strategis bagi rantai pasok industri global. Berdasarkan data Badan Geologi, Indonesia menguasai sekitar 42% cadangan nikel dunia.

Indonesia juga menjadi negara dengan cadangan timah terbesar di dunia. Jangan lupa, negeri ini memiliki cadangan bauksit, emas, tembaga, dan batu bara dalam jumlah besar.

Sayang, selama ini nilai ekonomi sektor pertambangan masih banyak bergantung pada ekstraksi dan penjualan komoditas. Kondisi tersebut menyebabkan kinerja sektor pertambangan rentan terhadap fluktuasi harga global dan belum sepenuhnya menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

Padahal, mineral dan batu bara merupakan sumber daya alam yang terbatas. Karena itu, pengelolaannya perlu diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga mendorong pengolahan, hilirisasi, pengembangan industri, penguasaan teknologi, dan penciptaan aktivitas ekonomi baru.

Division Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika mengatakan industri pertambangan nasional perlu memasuki babak baru dengan menghadirkan nilai tambah yang lebih besar.

Baca Juga: Holding Danareksa Perkuat Kawasan Industri dan Aksi Sosial

"Pemerintah menugaskan MIND ID untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti pada proses ekstraksi. Sumber daya alam tersebut harus menjadi fondasi industrialisasi yang mampu memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan kedaulatan ekonomi Indonesia," terang Selly, Minggu (30/8). 

Menurutnya, MIND ID mendorong pengolahan sumber daya mineral di dalam negeri hingga menghasilkan produk dan bahan baku yang sesuai kebutuhan industri. Penguatan kemitraan strategis dengan pelaku industri dan investor internasional juga diperlukan untuk mempercepat penguasaan teknologi dan memperluas akses pasar.

Selain itu, integrasi berbagai rantai nilai mineral strategis perlu diperkuat agar sektor pertambangan berkembang menjadi ekosistem industri yang saling terhubung.

"Tujuan kami tidak berhenti pada pengelolaan tambang. Yang ingin diwujudkan adalah bagaimana seluruh kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dioptimalkan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Indonesia," papar Selly.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×