kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Tamaris Hidro Bidik Dana Hingga Rp 1 Triliun, Simak Kinerja dan Portofolio Bisnisnya


Jumat, 19 Juni 2026 / 18:38 WIB
Tamaris Hidro Bidik Dana Hingga Rp 1 Triliun, Simak Kinerja dan Portofolio Bisnisnya
ILUSTRASI. Tamaris Hidro Bidik Dana Hingga Rp 1 Triliun, Simak Kinerja & Portofolio Bisnisnya (Dok/PT Tamaris Hidro )


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tamaris Hidro menggelar penggalangan dana melalui Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hydro Tahap I Tahun 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, salah satu pengembang dan operator pembangkit listrik tenaga air swasta ini membidik dana hingga Rp 1 triliun.

Sukuk Ijarah Tamaris Hydro ini memperoleh peringkat idAA(sy)(sf) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), yang didukung oleh Fasilitas Pembiayaan/Credit Enhancement Facility (CEF) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan jumlah fasilitas standby maksimal sebesar Rp 450 miliar.  Sukuk ini terdiri dari Seri A dengan tenor 5 tahun dan Seri B dengan tenor 7  tahun.

Pembayaran imbalan ijarah dilakukan setiap 3 bulan (kuartalan) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Adapun, Objek ijarah berupa hak manfaat atas kapasitas listrik pembangkit milik Perseroan sebesar 1,83 miliar Kilowatt-hour (kWh), yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) dari kontrak jual beli listrik jangka panjang dengan PT PLN (Persero).

Penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hydro Tahap I Tahun 2026 didukung oleh PT BCA Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, PT INA Sekuritas Indonesia, dan PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters.

Baca Juga: Kencana Energi (KEEN) Menangkan Tender PLTA Pakkat 2 Berkapasitas 45 MW dari PLN

Berikut jadwal penawaran Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hydro Tahap I Tahun 2026:

Masa Bookbuilding: 18 - 24 Juni 2026;

Pernyataan Efektif OJK: 30 Juni 2026;

Masa Penawaran Umum: 2 - 6 Juli 2026;

Penjatahan: 7 Juli 2026;

Distribusi Elektronik KSEI: 9 Juli 2026

Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 10 Juli 2026.

Dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk melakukan refinancing sebagian pinjaman sindikasi perbankan pada pembangkit-pembangkit milik Perseroan yang telah beroperasi secara komersial (COD). Melalui aksi korporasi ini, Manajemen Tamaris Hidro berharap dapat meningkatkan efisiensi biaya pendanaan dan memperkuat posisi keuangan Perseroan.

Presiden Direktur Tamaris Hidro, M. Syahrial mengungkapkan bahwa melalui penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026, Tamaris Hidro berharap dapat memperluas partisipasi investor dalam pembangunan infrastruktur energi hijau nasional. Sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Tamaris Hidro untuk mendukung percepatan transisi energi Indonesia. Melalui instrumen syariah ini, kami menghadirkan alternatif investasi yang kompetitif sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan infrastruktur energi bersih yang berkelanjutan," ungkap Syahrial melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Meski Izin Dicabut, ESDM Harap Proyek PLTA Batang Toru Tetap Berlanjut

Kinerja dan Portofolio Bisnis

Sepanjang tahun 2025, Tamaris Hidro menyelesaikan pelunasan Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 Seri A senilai Rp 200 miliar dengan menggunakan internal kas Perseroan. Tamaris Hidro juga menggelar pelaksanaan akuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batu Gajah dengan kapasitas kontrak jual beli listrik sebesar 16 Megawatt (MW), yang memperkuat portofolio aset produktif perusahaan.

Syahrial mengungkapkan bahwa pada tahun buku 2025, Tamaris Hidro membukukan pendapatan sebesar Rp 563,7 miliar, dengan posisi EBITDA sebesar Rp 389,2 miliar. Tamaris Hidro tercatat memiliki total aset senilai Rp 5,18 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp 2,53 triliun.

Tamaris Hidro mencatat pertumbuhan dengan CAGR pendapatan sebesar 23,87%, CAGR EBITDA 28,45%, dan CAGR total aset sebesar 20,07% sejak tahun 2014. "Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi bersih nasional, Perseroan terus menunjukkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan," ungkap Syahrial.

Hingga akhir tahun 2025, Tamaris Hidro mengelola 20  pembangkit listrik tenaga air dengan total kapasitas 167,8  MW. Terdiri dari 18 pembangkit yang telah beroperasi secara komersial dengan kapasitas 142,8 MW, 1 proyek dalam tahap konstruksi berkapasitas 5 MW, serta 1 proyek dalam tahap pengembangan berkapasitas 20 MW.

Syahrial menambahkan, Tamaris Hidro telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon. Berdasarkan perhitungan internal, total kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG Emission Reduction) mencapai sekitar 551.550 ton CO?-equivalent pada tahun 2025. Meningkat jika dibandingkan dengan kontribusi pengurangan emisi pada tahun 2014 sebesar 518.845 ton CO?-equivalent.

Sampai dengan akhir tahun 2025, Tamaris Hidro juga telah menanam secara kumulatif sebanyak 417.534 pohon. Meningkat dibandingkan dengan jumlah penanaman pohon pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 359.375 pohon. 

Sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) secara berkelanjutan, Tamaris Hidro  telah menerapkan standar tata kelola dan sistem manajemen yang mengacu pada sertifikasi ISO 9001 dan ISO 14001. Tamaris Hidro berkomitmen mendukung target porsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dari Pemerintah Indonesia yaitu mencapai sebesar 34,3% pada tahun 2034.

Tamaris Hidro meyakini PLTA akan memainkan peran penting dalam pencapaian target tersebut. Sebab, PLTA memiliki karakteristik energi bersih yang stabil, berkelanjutan, dan dapat diandalkan sebagai sumber beban dasar (baseload renewable energy).

Baca Juga: Kencana Energi Lestari (KEEN) Investasi Rp 2 Triliun untuk Bangun PLTA Pakkat 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×