Reporter: Juwita Aldiani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Per 31 Desember 2015, produksi minyak di Indonesia mencapai 785.756 barel atau 94,9% dari target anggaran pembelian belanja modal (APBN) 2015 yang telah ditetapkan.
Menurut kepala sub bagian humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Elan Biantoro, penyebab utama tidak tercapainya target 100% adalah puncak produksi di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang mundur dari target.
“Seharusnya September sudah bisa berproduksi, tetapi malah mundur di minggu kedua Desember 2015,” kata Elan kepada KONTAN pada Minggu (03/01).
Pasca mulai berproduksi, Banyu Urip sudah berkontribusi sejumlah 130.000 barel per hari (bph). Angka itu meningkat dari yang sebelumnya hanya 80.000 bph. Selain itu, di bulan Desember saja rata-rata produksi minyak sudah mencapai sekitar 790.000 barel.
“Bahkan 10 hari terakhir ini, produksi minyak kita sudah lebih dari 800.000 bph,” tegas Elan.
Tahun depan, target APBN 2016 produksi minyak ditargetkan bisa mencapai 830.000 barel.
“Kami optimistis bisa mencapai target tersebut,” ucap Elan bersemangat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News