Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mendapat penugasan untuk menyerap 4 juta ton beras sepanjang tahun 2026. Target ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 3 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan peningkatan target tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan untuk memperkuat kinerja penyerapan beras nasional.
“Tahun ini targetnya 4 juta ton beras, lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang ditugaskan sebesar 3 juta ton,” ujar Rizal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Bulog, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga: Jaga Pasokan & Harga Beras Stabil, Bulog Ditugaskan Salurkan 1,3 Juta Ton Beras SPHP
Untuk mengejar target tersebut, Bulog akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga petani. Dukungan aparat di lapangan juga dinilai krusial.
“Khususnya teman-teman di lapangan seperti penyuluh pertanian lapangan (PPL), TNI, dan Polri. Tanpa mereka, penyerapan 4 juta ton akan sulit tercapai,” kata Rizal.
Rizal optimistis target penyerapan tetap dapat direalisasikan meski terdapat kerusakan lahan sawah akibat banjir di tiga provinsi, yakni di wilayah Sumatera dan Aceh. Menurutnya, dampak banjir tersebut relatif terbatas.
“Kerusakan di tiga provinsi itu hanya belasan persen dari total lahan sawah nasional. Selain itu, daerah tersebut bukan sentra utama produksi beras,” jelasnya.
Baca Juga: BULOG Siap Kirim 10.000 Ton Beras untuk Palestina
Ia menambahkan, sentra produksi beras nasional masih terkonsentrasi di Jawa, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara kontribusi tiga provinsi terdampak banjir tidak terlalu besar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan capaian swasembada beras pada tahun 2025. Capaian tersebut diraih lebih cepat dari target awal yang diproyeksikan membutuhkan waktu empat tahun.
“Kita sudah swasembada satu tahun. Kita sudah berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain,” kata Prabowo dalam Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).
Presiden menegaskan, swasembada pangan akan terus dijaga setiap tahun dan diperluas ke komoditas lain, tidak hanya beras. Salah satu target berikutnya adalah swasembada jagung.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Tembus 4 Juta Ton, Perpadi Ingatkan Risiko Kelebihan
Prabowo juga menyebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyampaikan komitmen bahwa swasembada jagung dapat tercapai dalam waktu dekat.
“Kalau swasembada pakan tercapai, harga akan lebih murah untuk peternak, dan kita akan turunkan lagi harga pupuk,” ujar Prabowo.
Selanjutnya: Micro Drama China Jadi Mesin Pertumbuhan Baru WeTV Indonesia
Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













