kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.744   76,00   0,43%
  • IDX 6.090   -5,34   -0,09%
  • KOMPAS100 802   -2,62   -0,33%
  • LQ45 613   -3,43   -0,56%
  • ISSI 214   -0,21   -0,10%
  • IDX30 351   -1,34   -0,38%
  • IDXHIDIV20 434   -5,28   -1,20%
  • IDX80 93   -0,26   -0,28%
  • IDXV30 121   -0,50   -0,41%
  • IDXQ30 114   -1,63   -1,41%

Tata Metal Lestari Ekspor Baja ke AS dan Polandia Senilai US$ 3,6 Juta


Jumat, 22 Mei 2026 / 13:44 WIB
Tata Metal Lestari Ekspor Baja ke AS dan Polandia Senilai US$ 3,6 Juta
ILUSTRASI. PT Tata Metal Lestari (DOK/PT Tata Metal Lestari )


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BEKASI. PT Tata Metal Lestari (TML) melepas ekspor produk baja lapis ke Amerika Serikat (AS) dan Polandia dari fasilitas produksinya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (22/5/2026). 

Produk yang diekspor meliputi baja lapis aluminium seng Nexalume, baja lapis seng Nexium, serta baja lapis warna Nexcolor. Sejak pecah perang Amerika Serikat (AS) dan Iran tiga bulan lalu, nilai ekspor Tata Metal Lestari ke sejumlah negara mencapai sekitar US$ 3,6 juta. 

VP Operations PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi mengungkapkan, industri baja nasional masih memiliki peluang ekspor meski menghadapi tekanan dari kebijakan tarif Section 232 dan anti-circumvention Amerika Serikat.

Baca Juga: PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok, Perkuat Kepercayaan Pengguna EV

"Dengan ini kita ingin menunjukkan bahwa industri nasional masih memiliki peluang untuk ekspor di Tengah  diberlakukannya kebijakan tarif Section 232 dan anti circumvention Amerika Serikat serta dinamika ekonomi global," ujarnya di Bekasi, Jumat (22/5/2026).

TML juga mengklaim menjadi salah satu industri baja nasional pertama yang memperoleh pre-verification compliance certificate Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa.

Dalam verifikasi awal, emisi karbon perusahaan tercatat sebesar 2,2 tCO2/ton product, lebih rendah dibanding default value industri baja Indonesia sebesar 8,2 tCO2/ton product. 

Selain itu, produk ekspor TML menggunakan 100% baja substrat hasil proses melt and pour dalam negeri yang dipasok PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). Penggunaan bahan baku domestik tersebut dinilai dapat memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekaligus memenuhi tuntutan traceability pasar internasional. 

Direktur Komersial PT Krakatau Steel Hernowo menambahkan, keberlanjutan ekspor dapat mendukung industri baja nasional dari sektor hulu hingga hilir. Menurut dia, Krakatau Steel akan terus mendukung suplai bahan baku bagi industri baja antara, termasuk Tata Metal Lestari. 

Baca Juga: Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas Jangka Panjang

“Kami ingin meningkatkan konsumsi baja nasional per kapita yang saat ini masih mencapai 65 kg per orang per tahun sementara negara tetangga seperti Malaysia sudah 150 kg ton per kapita per orang per tahun,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×