kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.735   67,00   0,38%
  • IDX 6.088   -7,39   -0,12%
  • KOMPAS100 801   -3,66   -0,45%
  • LQ45 612   -3,90   -0,63%
  • ISSI 214   -0,09   -0,04%
  • IDX30 350   -1,81   -0,51%
  • IDXHIDIV20 434   -5,26   -1,20%
  • IDX80 92   -0,46   -0,49%
  • IDXV30 120   -0,68   -0,57%
  • IDXQ30 114   -1,55   -1,35%

Pertamina Patra Niaga Jaga Ketahanan Stok BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak


Jumat, 22 Mei 2026 / 10:27 WIB
Pertamina Patra Niaga Jaga Ketahanan Stok BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak
ILUSTRASI. Minyak mentah global melonjak hingga US$117 per barel. Pertamina Patra Niaga punya strategi khusus agar pasokan BBM tetap terjaga. (REUTERS/Adriano Machado)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap terjaga di tengah lonjakan harga minyak mentah global yang berdampak pada kenaikan Indonesian Crude Price (ICP).

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, perusahaan terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah guna menjaga ketahanan energi nasional, termasuk terkait biaya kompensasi BBM.

Langkah tersebut dilakukan setelah harga ICP pada April 2026 melonjak hingga mencapai US$ 117,31 per barel. Kenaikan harga minyak ini dinilai memberikan tekanan terhadap biaya operasional dan kebutuhan pendanaan distribusi energi nasional.

"Untuk biaya kompensasi pertamina terus secara intensif dan terukur berkoordinasi dengan pemerintah dalam rangka menjaga stok nasional dan ketersediaan BBM termasuk biaya kompensasi dari pemerintah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Amankan Pasokan Listrik, PLN EPI Teken Kontrak Gas dan LNG Rp 360 Triliun

Di tengah tingginya volatilitas harga energi global, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kelancaran arus kas operasional perusahaan. Salah satunya melalui pengelolaan inventory atau persediaan secara optimal.

Selain itu, perusahaan juga memperluas jaringan pasokan minyak mentah dan produk kilang dengan menggandeng lebih banyak mitra strategis. Upaya diversifikasi pemasok ini dilakukan untuk memperkuat keamanan pasokan energi nasional.

Roberth menjelaskan, perusahaan aktif mencari alternatif sumber pasokan baru guna memastikan kebutuhan energi domestik tetap terpenuhi.

Baca Juga: Kemendag Sebut Ekspor Produk Kreatif Bisa Menadah Berkah dari Pelemahan Rupiah

"Menjalin kerjasama dan mencari supplier baru dan memperluas calon mitra dalam pemenuhan energi," jelasnya.

Meski harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan, kondisi tersebut dipastikan tidak menghambat rencana ekspansi bisnis hilir Pertamina Patra Niaga. Perusahaan tetap melanjutkan pengembangan jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melalui skema kemitraan dengan pihak swasta maupun masyarakat umum.

Menurut Roberth, model bisnis SPBU Pertamina dijalankan bersama mitra sehingga peluang kerja sama tetap terbuka luas di tengah dinamika pasar energi global.

"SPBU adalah bisnis pertamina bersama mitra. Sehingga hal ini selain menjadi pertimbangan perusahaan juga tetap membuka peluang dengan mitra umum apabila akan bekerja sama," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×