kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

WMPP Bidik Pendapatan Rp 2,1 Triliun lewat Ekspansi Poultry dan Feedlot


Jumat, 22 Mei 2026 / 05:55 WIB
WMPP Bidik Pendapatan Rp 2,1 Triliun lewat Ekspansi Poultry dan Feedlot
ILUSTRASI. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (Dok/WMPP)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Widodo Makmur Perkasa (WMPP) membidik lonjakan pendapatan menjadi Rp 2,1 triliun pada 2026.

Target itu naik sekitar 108% dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp 1,01 triliun, seiring agresifnya ekspansi bisnis peternakan dan optimalisasi fasilitas produksi yang sudah dimiliki perusahaan.

Manajemen WMPP menilai pertumbuhan tersebut realistis setelah pendapatan perseroan pada 2025 juga tumbuh 76,6% secara tahunan.

Direktur Utama WMPP Tumiyana mengatakan fokus utama perusahaan tahun ini adalah meningkatkan kinerja operasional agar kapasitas produksi yang ada bisa dimanfaatkan lebih maksimal.

“Konsentrasi kami tahun ini adalah meningkatkan sisi operasional,” ujar Tumiyana dalam paparan publik, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Widodo Makmur (WMPP) Bidik Pendapatan Tumbuh 108% di 2026, Program MBG Jadi Pendorong

Untuk mengejar target tersebut, WMPP akan meningkatkan utilisasi rumah potong ayam (RPA) hingga 12.000 ekor per jam.

Perseroan juga memperbesar bisnis ayam petelur dengan menaikkan populasi dari 350.000 ekor tahun ini menjadi 1 juta ekor pada 2028.

Di bisnis sapi, WMPP mempercepat pertumbuhan average daily gain (ADG) atau kenaikan bobot harian sapi hingga minimal 1,6 kilogram per hari.

Perseroan juga meningkatkan kualitas Sapi Gama agar dapat menjadi bibit sapi premium untuk pasar domestik.

Ekspansi feedlot turut diperluas ke sejumlah wilayah baru seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat distribusi sekaligus mendekatkan pasokan ke pusat permintaan baru.

Meski ekspansi terus berjalan, WMPP belum berencana menambah belanja modal dalam tiga tahun ke depan. Perseroan menilai kapasitas aset yang dimiliki saat ini masih cukup besar untuk menopang pertumbuhan bisnis.

Baca Juga: Penjualan Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Naik 76,6% pada 2025, Ini Strategi Bisnis 2026

Menurut Tumiyana, utilisasi aset yang optimal bahkan dapat mendorong potensi pendapatan hingga Rp 6 triliun-Rp 7 triliun per tahun tanpa perlu penambahan investasi besar.

Selain mengandalkan efisiensi operasional, WMPP juga melihat program makan bergizi gratis (MBG) sebagai katalis pertumbuhan baru bagi industri protein hewani nasional.

Manajemen memperkirakan program MBG akan meningkatkan konsumsi daging sapi nasional sekitar 90.000 ton per tahun mulai 2025, dengan kontribusi hingga 20% terhadap konsumsi nasional.

Permintaan daging ayam broiler juga diproyeksikan naik sekitar 915.000 ton per tahun hingga 2029, dengan kontribusi mencapai 26% terhadap konsumsi nasional. Sementara konsumsi telur diperkirakan bertambah sekitar 417.000 ton per tahun atau setara 9% konsumsi nasional.

Prospek kenaikan konsumsi protein hewani itu dinilai menjadi peluang besar bagi pertumbuhan bisnis cattle dan poultry WMPP dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: BI Dorong Ekonomi Lewat Ekspansi Likuiditas Targetkan Uang Primer Tumbuh Dua Digit

Untuk memperkuat modal kerja, WMPP juga melanjutkan strategi efisiensi dengan mendivestasi aset-aset yang tidak produktif.

Perseroan turut membuka peluang kerja sama dengan investor strategis, termasuk perusahaan pangan asal Amerika Serikat, Tyson Foods, yang disebut telah menjajaki pendekatan dengan WMPP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×