Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Yudho Winarto
YOGYAKARTA. Tak mau kalah dengan Indosat yang segera melansir layanan 4G LTE di Yogyakarta dan Bali, Telkomsel juga akan menggelar teknologi seluler generasi keempat ini di empat kota sekaligus yaitu Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado.
Sejak kali pertama meluncurkan layanan 4G LTE secara komersial akhir 2014, hingga kini Telkomsel baru menjangkau Jakarta, Bandung, dan Bali. Menurut catatan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ini, hingga sudah sekitar 150.000 pelanggan yang beralih ke layanan 4G demi layanan data yang lebih cepat dan stabil.
Nah, tahun ini Telkomsel akan membangun 15.000 base trainscever station (BTS) tambahan. Sebagian besar untuk mendukung layanan data. "Akhir tahun ini jumlah BTS kami akan tembus 100.000 BTS yang tersebar di seluruh Indonesia hingga pelosok," ujar Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, akhir pekan lalu.
Bukan hanya dari sisi jaringan, Telkomsel juga menjajaki kerjasama paket bundel atau bundling dengan berbagai merek ponsel. Soalnya, menurut Ririek, yang paling sensitif dalam pengembangan layanan 4G LTE adalah harga. "Akan sangat membantu kalau ada handset lokal yang mau (rambah 4G)," ujarnya.
Sebagai gambaran, ponsel berteknologi 3G butuh waktu tiga tahun sebelum harganya jadi murah. Namun Ririek memprediksi adaptasi dari 3G ke 4G akan lebih cepat.
Sayang, Telkomsel enggan menyebut belanja modal yang disiapkan untuk mendukung ekspansi ini. Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi hanya bilang, alokasi belanja modal sekitar 18%-20% dari target pendapatan tahun ini.
Sumber dana dari kombinasi internal dan eksternal. Sebagai perbandingan, tahun lalu Telkomsel menghabiskan belanja modal Rp 14,5 triliun.
Lewat aksi ini, Telkomsel menargetkan pendapatan dan laba bersih tumbuh dobel digit tahun ini. "Kami ingin tumbuh di atas rata-rata industri," ujar Ririek.
Tahun lalu, Telkomsel membukukan pendapatan Rp Rp 66,3 triliun, tumbuh 10,5% di atas pencapaian 2013. Sedangkan laba bersih operator ini di 2014 juga tumbuh 12,1% menjadi Rp 19,4 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News