Reporter: Herlina KD | Editor: Rizki Caturini
JAKARTA. Tahun 2011 tampaknya belum menjadi tahun yang manis bagi petani durian. Pasalnya, anomali iklim yang terjadi sejak tahun lalu sepertinya masih akan terasa dampaknya bagi produksi durian tahun ini. Alhasil, tahun ini produksi durian nasional diperkirakan masih belum bergairah.
Midian Simanjutak, petani durian asal Bogor mengungkapkan, curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun lalu membuat pohon durian gagal berbunga. "Pembungaan gagal karena bunga durian gugur tersapu hujan," ujarnya kepada KONTAN Jum'at (17/6).
Benar saja, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 lalu produksi durian nasional hanya sebanyak 491.179 ton. Jika dibandingkan produksi tahun 2009 yang mencapai 797.798 ton, maka tahun 2010 lalu produksi buah durian merosot 38,43%.
Meski belum bisa memperhitungkan produksi durian tahun ini, tapi Midian memperkirakan produksi durian tahun ini belum akan lebih baik ketimbang tahun lalu. Alasannya, "Tahun ini belum ada panen besar durian di Indonesia," katanya.
Menurutnya, setiap tahun ada dua kali masa panen raya durian. Untuk di Indonesia, masa panen raya durian yang besar biasanya berlangsung pada Januari hingga April. "Tapi tahun ini tidak ada panen raya durian karena pada pada pertengahan tahun lalu curah hujan masih tinggi," jelas Midian.
Nah, untuk panen kedua atau biasa disebut panen kecil, biasanya terjadi pada sekitar Juni hingga September. Kondisi panen di Indonesia, kata Midian berkebalikan dengan panen di Thailand. Di Negeri gajah putih ini, musim panen durian yang besar justru pada bulan Juni - September, sedangkan panen kecil pada Januari - April.
Kondisi menurunnya produksi durian ini juga dibenarkan oleh Muhammad Hasan, petani durian asal Pasuruan, Jawa Timur. Ia bilang, panen durian di Indonesia pada Januari - April lalu masih minim. Alasannya, "Sejak tahun hampir tidak ada pohon durian yang berbunga," katanya.
Akibat minimnya produksi, harga durian menjadi terdongkrak. Hasan mencontohkan, untuk jenis durian bangkok misalnya, akibat produksi minim kini harganya sekitar Rp 30.000 - Rp 40.000 per kg. Padahal, dalam kondisi normal atau sebelum ada anomali iklim, harga durian untuk jenis yang sama hanya sekitar Rp 20.000 - Rp 22.000 per kg.
Sedangkan untuk jenis durian lokal, Hasan bilang saat ini harganya bisa mencapai PR 50.000 per buah. Pada kondisi produksi normal, buah durian lokal dijual seharga Rp 17.000 - Rp 25.000 per buah. Asal tahu saja, rata-rata satu buah durian lokal memiliki bobot sekitar 2,5 kg.
Para petani durian berharap, membaiknya kondisi iklim tahun ini akan berdampak positif terhadap produksi durian tahun depan. Menurut ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pertengahan tahun ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. "Harapannya pembungaan durian akan berhasil," kata Midian.
Hanya saja, Hasan meramalkan panen durian tahun depan akan sedikit mundur. Alasannya, "Musim kemarau baru saja mulai, sehingga kemungkinan pembungaan durian baru akan terjadi satu bulan lagi," katanya. Alhasil, panen durian tahun depan juga sedikit mundur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













