kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ternyata, kerupuk tak masuk barter untuk Sukhoi


Rabu, 30 Agustus 2017 / 17:41 WIB
Ternyata, kerupuk tak masuk barter untuk Sukhoi


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan, kerupuk tidak termasuk ke dalam komoditas yang akan dibarter dengan Sukhoi dari Rusia.

"Tidak. Saya bilang list-nya banyak seperti crumb rubber (karet olahan), Crude Palm Oil (CPO), kopi, teh, bahan makanan," ujar Mendag Enggartiasto di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Seperti diketahui, pemerintah akan melakukan imbal dagang atau barter sejumlah komoditas dengan 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia.

Adapun nilai pembelian 11 pesawat tempur generasi baru tersebut mencapai US$ 1,14 miliar atau setara Rp 15,16 triliun dengan kurs Rp 13.300 per dollar AS.

Mendag mengatakan, setelah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, saat ini negosiasi kedua belah pihak tengah berlangsung.

"Harganya masih dalam pembahasan, apakah harga kami lock sekarang, pada saat perjanjian ataukah berdasarkan harga pasar pada saat nanti. Itu harus kami bahas lagi. Mereka meminta jenis apa (komoditasnya), volumenya berapa itu bagian dari negosiasi," papar Mendag.

Mendag mengatakan, negosiasi kedua negara terus dilakukan dan diharapkan bisa selesai secepat mungkin hingga barter komoditas perkebunan asal Indonesia dengan Sukhoi dari Rusia bisa segera terwujud.

"Secepat mungkin," jelas Mendag.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Rusia selama ini menjadi negara mitra dagang terbesar ke-24 di tahun 2016.

Tahun lalu, nilai perdagangan Indonesia-Rusia tercatat 2,11 miliar dollar AS dengan Indonesia menikmati surplus sebesar US$ 410,9 juta yang seluruhnya berasal dari surplus sektor nonmigas.

Ekspor non migas Indonesia ke Rusia tercatat sebesar 1,26 miliar dollar AS sedangkan impor nonmigas dari Rusia yakni US$ 850 juta. (Pramdia Arhando Julianto)

Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kompas.com, berjudul: Mendag: Kerupuk Tidak Masuk Barter dengan Sukhoi Rusia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×