kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

TIKI Genjot Digitalisasi untuk Menjawab Dinamika Pasar Logistik pada 2026


Jumat, 23 Januari 2026 / 20:29 WIB
TIKI Genjot Digitalisasi untuk Menjawab Dinamika Pasar Logistik pada 2026
ILUSTRASI. TIKI Genjot Digitalisasi untuk Menjawab Dinamika Pasar Logistik Pada 2026 (Dok/TIKI)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) memperkuat langkah transformasi digitalnya di tengah persaingan industri kurir dan logistik yang kian ketat. 

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Yulina Hastuti, perseroan menata ulang ekosistem operasional dan layanan pelanggan agar tetap relevan dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

Atas kepemimpinan tersebut, Yulina Hastuti meraih penghargaan Indonesia CEO Excellence Awards 2025 yang diselenggarakan Warta Ekonomi. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas strategi transformasional yang dijalankan TIKI dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan pengalaman lebih dari 55 tahun, TIKI saat ini mengoperasikan lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan mempekerjakan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Indonesia. Jaringan ini menjangkau puluhan kota besar serta ratusan kabupaten dan distrik, mencerminkan fokus perseroan pada pemerataan layanan logistik nasional.

Baca Juga: Genjot Pasar UMKM Kuliner, TIKI Perluas Layanan Same Day dan Frozen

Lebih lanjut, Yulina mendorong penguatan ekosistem digital di seluruh rantai operasional, mulai dari pengelolaan jaringan, sistem distribusi, hingga monitoring kinerja. 

Perseroan juga mengembangkan aplikasi TIKI sebagai antarmuka utama pelanggan yang terintegrasi, dengan fitur transaksi, pelacakan pengiriman real-time, layanan penjemputan online (JEMPOL), serta akses layanan pelanggan melalui berbagai kanal digital.

“Transformasi digital yang kami jalankan bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut menghadirkan kemudahan, kedekatan, dan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami di seluruh Indonesia,” ujar Yulina Hastuti dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, kepemimpinan di industri logistik menuntut kemampuan membaca perubahan kebutuhan pelanggan serta kecepatan beradaptasi. 

"Bagi saya, kepemimpinan berarti mendengar suara pelanggan, beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, dan mendorong seluruh tim untuk selalu berinovasi,” kata Yulina.

Baca Juga: Lion Parcel Siapkan Layanan Premium Untuk Pengiriman Frozen Food

Transformasi tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tetapi juga pada penguatan posisi TIKI sebagai mitra logistik bagi berbagai segmen pelanggan, mulai dari individu, pelaku usaha, hingga UMKM. 

Perseroan menghadirkan beragam produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang semakin beragam.

Dari sisi internal, kepemimpinan Yulina dinilai mendorong budaya kerja yang lebih inklusif dan kolaboratif. Safrijal Siregar, mitra keagenan TIKI di Tebet, menyebut pendekatan manajemen yang dijalankan membuat transformasi lebih terasa hingga ke level operasional.

“Sosok Ibu Yulina bukan hanya pemimpin perusahaan, tetapi juga mitra bisnis yang memahami tantangan kami di lapangan. Beliau selalu mendorong kami untuk berkolaborasi dan memastikan transformasi TIKI memberikan nilai tambah yang nyata,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wahyudi, Senior Manager Operasional TIKI. Ia menilai pemanfaatan teknologi yang konsisten membuat alur kerja lebih jelas dan efisien. 

“Transformasi digital di lini operasional membuat proses lebih terstruktur dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan,” katanya.

Ke depan, Yulina menegaskan TIKI akan terus mengakselerasi digitalisasi, memperkuat inovasi produk, serta menjaga fokus pada pengalaman pelanggan sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

“Menjadi pemimpin adalah proses panjang yang dimulai dari kemauan untuk belajar dan bekerja dengan tulus. Saya ingin mendorong perempuan muda untuk tidak ragu mengeksplorasi berbagai peluang karier, termasuk di industri kurir dan logistik yang terus berkembang,” tutup Yulina.

Baca Juga: Hingga Kuartal III Tahun Ini, Volume Pengiriman J&T Express Meningkat 60%

Selanjutnya: 5 Makanan dan Minuman yang Paling Tidak Baik untuk Kesehatan Otak

Menarik Dibaca: 5 Makanan dan Minuman yang Paling Tidak Baik untuk Kesehatan Otak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×