kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Tingkatkan Kemampuan Karyawan, Industri Energi Manfaatkan Kecerdasan Buatan


Selasa, 28 Juli 2026 / 15:33 WIB
Diperbarui Selasa, 28 Juli 2026 / 15:34 WIB
Tingkatkan Kemampuan Karyawan, Industri Energi Manfaatkan Kecerdasan Buatan
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Berbagai sektor industri, termasuk energi mulai marak memanfaatkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) dalam pengembangan sumber daya manusia. Teknologi tersebut untuk meningkatkan kompetensi pekerja sesuai kebutuhan bisnis.

Salah satunya PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling). Unit usaha Pertamina tersebut memperkenalkan program Global Language Operations for Business in Energy (Globe).

Program ini memanfaatkan teknologi AI untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris pekerja. Program tersebut dikembangkan bersama Elsa Business, platform pembelajaran bahasa Inggris berbasis AI.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengatakan, seiring meningkatnya kolaborasi dengan mitra internasional dan pengembangan bisnis perusahaan, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan.

"Dengan dukungan teknologi AI, proses pembelajaran menjadi lebih adaptif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan bisnis internasasional," ujar Avep, dalam keterangannya, Senin (27/7). 

Baca Juga: Meski Kena PKB, Penjualan Mobil Listrik Diprediksi Tetap Tumbuh

Menurut Pertamina Drilling, transformasi industri energi mendorong semakin intensifnya kolaborasi lintas negara, baik dalam pengembangan proyek, transfer teknologi, maupun kerja sama dengan mitra internasional. Kondisi tersebut menjadikan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kompetensi yang semakin penting bagi para profesional.

Meski Indonesia memiliki banyak talenta dengan kompetensi teknis memadai, masih banyak di antara mereka menghadapi tantangan dalam menyampaikan ide, berdiskusi, maupun berkolaborasi secara efektif menggunakan bahasa Inggris.

Kesenjangan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu hambatan dalam mendukung kolaborasi di lingkungan kerja global.

Pertamina Drilling memanfaatkan teknologi AI dan speech recognition dari Elsa Business untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal. 

Country Director Elsa Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful mengatakan, meningkatnya kolaborasi lintas negara di sektor energi membuat kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan.

"Dengan meningkatnya kolaborasi lintas negara di industri energi, kemampuan komunikasi menjadi kompetensi strategis yang melengkapi keunggulan teknis," kata Yasser.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×