kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

SUN Energy Bidik Kawasan Industri, Tawarkan Solusi Energi Terintegrasi


Selasa, 17 Februari 2026 / 23:32 WIB
SUN Energy Bidik Kawasan Industri, Tawarkan Solusi Energi Terintegrasi
ILUSTRASI. Model bisnis kawasan industri bergeser drastis dari PLTS biasa. Pelajari bagaimana sistem energi terintegrasi mengubah cara pabrik beroperasi dan hemat biaya. (dok/SUN Energy)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi kawasan industri hijau mulai bergeser dari proyek percontohan ke model bisnis terintegrasi.

SUN Energy mengadopsi pendekatan Energy-as-a-Solution untuk menekan biaya energi dan emisi di kawasan industri melalui kombinasi PLTS atap, sistem penyimpanan energi, hingga elektrifikasi armada operasional.

Pendekatan ini menempatkan kawasan industri sebagai pasar utama transisi energi, mengingat karakter industri yang padat energi sekaligus terikat pada tuntutan standar ESG global dan target Net Zero Emissions 2060.

Melalui skema tersebut, SUN tidak hanya memasang pembangkit surya, tetapi membangun ekosistem energi terintegrasi yang mencakup pembangkitan, pengelolaan, dan pemanfaatan energi bersih.

Model ini memungkinkan pengelola kawasan industri dan tenant mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis fosil sekaligus menekan beban biaya energi jangka panjang.

Baca Juga: Masuk 2026, SUN Energy Perkuat Bisnis Industri dan Perluas Segmen IPP

Sejauh ini, SUN telah mengembangkan proyek PLTS di tiga kawasan industri utama, yakni Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka. Total kapasitas terpasang mencapai puluhan megawatt yang tersebar di lebih dari 20 lokasi proyek.

Pengembangan PLTS di kawasan industri dinilai menjadi fondasi awal pembentukan green industrial park. Kawasan industri berperan strategis dalam upaya penurunan emisi karena menjadi pusat aktivitas manufaktur dan konsumsi energi skala besar.

Pendekatan Energy-as-a-Solution yang ditawarkan SUN meliputi PLTS atap sektor komersial dan industri, elektrifikasi armada dan infrastruktur kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi dan optimalisasi konsumsi, serta platform pemantauan energi berbasis data.

Model ini diarahkan untuk membantu kawasan industri menekan biaya energi, menurunkan emisi operasional, meningkatkan daya saing berbasis ESG, serta mempersiapkan transisi menuju target Net Zero Emissions 2060.

“Akselerasi green industrial park bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global,” ujar Jefferson Kuesar, CEO SUN Energy dalam keterangannya, Senin (17/2/2026).

Baca Juga: SUN Energy Luncurkan SUN Hub untuk Permudah Pengelolaan Proyek Energi Surya

Melalui pendekatan Energy-as-a-Solution, SUN Energy tidak hanya menghadirkan PLTS, tetapi membangun fondasi energi terbarukan yang lebih stabil, efisien, dan rendah emisi bagi tenant dan pengelola kawasan industri.

"Inilah kontribusi kami dalam mempercepat transisi energi dan mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia," tegasnya.

Di tingkat implementasi, Kawasan Industri Jababeka menjadi salah satu contoh adopsi PLTS secara kolektif. Mengacu pada Center for Global Sustainability, sebanyak 21 kawasan industri di Indonesia telah menggunakan atau merencanakan pemanfaatan PLTS.

Di Jababeka, SUN mengembangkan sistem PLTS berkapasitas total 1,8 MW yang digunakan tenant lintas sektor, mulai dari material bangunan, komponen otomotif, farmasi, hingga industri kemasan. Model ini dinilai berpotensi menjadi pilot area pengembangan kawasan rendah karbon berbasis energi terbarukan.

Selain sektor pembangkitan, SUN juga memperluas cakupan solusi ke aspek transportasi operasional melalui unit usaha mobilitas listriknya, SUN Mobility.

Baca Juga: SUN Energy Operasikan 300 Proyek PLTS, Pasok 322 Juta kWh Listrik Bersih per Tahun

“Selain mengembangkan sistem energi surya, kami memandang elektrifikasi transportasi logistik dan operasional turut menjadi elemen penting dalam upaya dekarbonisasi kawasan industri,” ujar Karina, CEO SUN Mobility.

Menurutnya, melalui solusi EV ecosystem yang kami kembangkan, pihaknya melengkapi strategi Energy-as-a-Solution dari SUN. Tujuan mereka adalah membantu tenant industri beralih ke operasional yang lebih efisien, lebih bersih, dan selaras dengan target Net Zero.

Dengan portofolio proyek di kawasan industri strategis, SUN menempatkan diri sebagai penyedia solusi transisi energi berbasis sistem terpadu, bukan sekadar pemasok listrik surya.

Pendekatan ini sekaligus mencerminkan perubahan arah pengembangan kawasan industri dari berbasis biaya menuju berbasis efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Selanjutnya: Dana Desa Dipangkas 58% Demi Kopdes Merah Putih, Ini Kata Pengamat

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Samarinda Lengkap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×